Jakarta, InfoPublik – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) menghadirkan layanan administrasi 24 jam melalui kanal chat WhatsApp (Pandawa).
Hal ini sebagai upaya mempermudah akses layanan tanpa antre dan tanpa batas waktu, seiring dorongan percepatan transformasi layanan publik berbasis digital.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menilai inovasi tersebut sebagai langkah strategis yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin aktif di ruang digital. “Masyarakat telah hidup di ruang digital, maka layanan publik juga harus mengikuti. Kita yang mengikuti masyarakat, bukan masyarakat yang harus mengikuti kebijakan kita,” ujar Meutya dalam Launching Pandawa 24 Jam dan Kick-Off Quick Wins Direksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, kecepatan dalam pelayanan publik kini menjadi faktor krusial, tidak hanya terkait kenyamanan, tetapi juga berdampak pada keselamatan masyarakat. “Beda lima menit penanganan, hasilnya bisa jadi berbeda terhadap kelangsungan hidup seseorang,” tegasnya.
Meutya Hafid juga mengapresiasi BPJS Kesehatan sebagai penggagas layanan Pandawa 24 Jam yang dinilai sebagai langkah konkret dalam mendukung transformasi digital nasional. “Kami mengapresiasi peluncuran Pandawa 24 Jam sebagai bagian dari arah besar transformasi digital nasional. Ini adalah langkah nyata BPJS Kesehatan dalam menghadirkan layanan yang lebih baik,” ujarnya.
Transformasi layanan ini didukung oleh tingginya tingkat konektivitas digital di Indonesia. Berdasarkan data, sebanyak 80,66 persen penduduk atau sekitar 230 juta jiwa telah terhubung ke internet, dengan mayoritas menggunakan layanan komunikasi berbasis chat. “Sekitar 90,8 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan platform komunikasi chat. Ini menunjukkan layanan berbasis chat merupakan pilihan yang sangat tepat untuk menjangkau masyarakat luas,” jelas Menkomdigi.
Ia menambahkan, penguatan layanan publik ke depan perlu didukung kolaborasi lintas sektor agar lebih terintegrasi, efisien, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Keberhasilan transformasi digital sangat ditopang oleh kolaborasi. Kami berharap layanan ini meningkatkan kepercayaan publik dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Meutya Hafid.