Jakarta, InfoPublik – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP), Maruarar Sirait, memulai penataan kawasan kumuh Menteng Tenggulun, Jakarta, sebagai langkah awal transformasi kawasan padat menjadi lingkungan layak huni sekaligus produktif secara ekonomi.
Maruarar menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus disertai penguatan ekonomi masyarakat. “Percuma kita perbaiki rumah dan jalan kalau ekonominya tidak kita perbaiki. Saya minta Ladies Bankers membina UMKM agar ada contoh keberhasilan yang bisa ditiru warga,” ujar Menteri PKP dalam keteranganya saat peletakan batu pertama (groundbreaking) di Jakarta, Rabu (1/4/2026), yang menjadi awal pelaksanaan penataan kawasan selama 75 hari hingga 15 Juni 2026.
Sebanyak 152 rumah tidak layak huni akan direnovasi dalam program ini, dengan dukungan dari berbagai pihak, antara lain Astra sebanyak 100 unit, serta kontribusi dari pengusaha Garibaldi "Boy" Thohir dan Lawrence Barki masing-masing 25 unit.
Selain perbaikan hunian, penataan kawasan juga mencakup pembenahan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, sanitasi, fasilitas ibadah, hingga pembangunan boulevard kawasan yang dilengkapi ruang terbuka hijau, area komunal, dan taman bermain.
Sebanyak 35 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan mendapatkan pendampingan intensif dari Ladies Bankers yang berasal dari sejumlah perbankan, antara lain Artha Graha, CIMB Niaga, BNI, Hi Bank, Nobu Bank, BTN, BRI, Bank Jago, dan BCA.
Kepala Kantor Staf Presiden, Muhammad Qodari, mengapresiasi program tersebut karena dinilai mencakup berbagai aspek pembangunan secara terpadu. “Jarang ada program yang sekomplit ini. Saya melihat warga sangat bersemangat, dan ini berpotensi membawa kesejahteraan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Muhammad Ali, menyatakan keterlibatan TNI AL merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam membantu masyarakat. “Ini juga bagian dari perintah Presiden agar TNI hadir membantu masyarakat. Harapannya program seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar KSAU.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya, penataan kawasan Menteng Tenggulun diharapkan menjadi model penanganan kawasan kumuh perkotaan yang terintegrasi antara peningkatan kualitas hunian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.