Depok, InfoPublik – Upaya memperkuat posisi Indonesia dalam peta teknologi global terus didorong melalui kolaborasi strategis. Universitas Indonesia (UI) menggandeng dua perusahaan teknologi, PT Artificial Intelligence Capital dan PT Edge Mode Indonesia, untuk mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) nasional.
Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dilakukan oleh Rektor UI Heri Hermansyah, bersama President Director PT Artificial Intelligence Capital Bo Niclas Adler dan Director PT Edge Mode Indonesia Edison Effendy, di Kampus UI Depok, Rabu (18/3/2026).
Rektor UI menegaskan, kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendorong inovasi berbasis teknologi serta menjawab kebutuhan transformasi digital nasional. “Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya UI untuk mengakselerasi perannya sebagai kampus unggul dan berdampak, khususnya dalam pengembangan teknologi AI,” ujarnya.
Kerja sama ini diarahkan untuk membangun ekosistem riset dan inovasi AI yang terintegrasi antara dunia akademik dan industri. Selain pengembangan teknologi, kolaborasi juga mencakup penguatan kapasitas riset, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penciptaan talenta digital unggul.
Bo Niclas Adler menyampaikan, kemitraan dengan UI diharapkan mampu menghasilkan teknologi komputasi yang efisien sekaligus mendorong lahirnya inovasi berbasis riset. “Kami ingin mendukung pengembangan talenta muda Indonesia di bidang AI agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Sementara itu, PT Edge Mode Indonesia menekankan pentingnya membangun pusat riset dan inovasi AI yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan melahirkan AI Research and Innovation Centre sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia dan teknologi masa depan.
Melalui kerja sama ini, Indonesia ditargetkan dapat menjadi pusat pengembangan AI di kawasan Indo-Pasifik. UI diproyeksikan berperan sebagai pusat kajian, termasuk dalam aspek etika dan tata kelola AI, yang semakin menjadi perhatian global.
Director Edge Mode Indonesia, Sony Danang Caksono, menilai UI memiliki kekuatan pada basis keilmuan dan ketersediaan talenta multidisiplin yang menjadi fondasi penting pengembangan teknologi AI. “Potensi sumber daya manusia di UI sangat besar untuk menjadi pionir inovasi AI di Indonesia,” ujarnya.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam penguatan sektor teknologi dan inovasi. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang tidak hanya mendorong riset, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.
Dengan kerja sama ini, UI menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat riset AI terkemuka, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga regional. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kompetisi global di bidang teknologi kecerdasan buatan.