Batam, InfoPublik — Kreativitas kini menjadi kekuatan baru dalam membangun ekosistem digital Indonesia. Masyarakat diajak memahami bahwa konten digital tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga wadah edukasi yang mampu memengaruhi pola pikir publik.
Video pendek, tulisan, desain visual, hingga karya digital lainnya berperan besar dalam membentuk budaya digital yang konstruktif.
Akademisi Komunikasi Rulli Nasrullah menyoroti pentingnya memahami karakter pengguna media sosial. Setiap platform memiliki dinamika dan area aman visual yang harus diperhatikan agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens tanpa terganggu elemen teknis aplikasi.
“Selain memahami teknis produksi, masyarakat juga diajak untuk membangun empati digital melalui konten yang mengedepankan nilai, etika, dan tanggung jawab,” kata Rulli dalam paparannya dalam kegiatan IGID Menyapa dengan tema “Dari Clickbait jadi Berita Baik” di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis (27/11/2025).
Lanjutnya, nilai emosi dalam konten terbukti mampu menggerakkan partisipasi publik dan memperkuat kedekatan antarpengguna.
Kolaborasi digital menjadi pilar penting dalam memperkuat literasi masyarakat. Dengan saling berbagi pengetahuan, berdiskusi mengenai keamanan digital, hingga membuat konten edukatif bersama, masyarakat dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan inklusif.
Rulli menjelaskan gerakan literasi digital yang mempertemukan aspek kreatif, edukatif, dan kolaboratif ini mendorong masyarakat untuk tidak hanya mengonsumsi informasi, tetapi juga berkontribusi melalui konten yang bermanfaat.
“Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas interaksi publik di ruang digital. Dengan perpaduan kreativitas dan literasi yang kuat, Indonesia tengah membangun masyarakat digital yang tidak hanya mahir teknologi, tetapi juga mampu menciptakan perubahan positif bagi ekosistem informasi nasional,” kata Rulli.