Yogyakarta, InfoPublik – Sebanyak 85 peserta dari beragam latar belakang memadati Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) MMTC Yogyakarta dalam Workshop Komunitas SOHIB x IGID bertajuk "Bersuara Lewat Konten, Bergerak Lewat Karya". Acara yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) itu menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat melalui pendekatan kolaboratif.
Direktur Informasi Publik Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi, Nursodik Gunarjo, menegaskan workshop itu merupakan bagian dari strategi besar penguatan literasi digital.
"Kami ingin mentransformasi masyarakat dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen konten positif," ujarnya saat membuka acara, Rabu (25/6/2025).
Peserta yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum itu dibekali keterampilan produksi konten video dan grafis dalam dua kelas paralel.
Jurnalisme Warga sebagai Penangkal Hoaks
Dalam paparannya, Nursodik yang akrab disapa Mas Gondes menekankan pentingnya peran aktif masyarakat. "Setiap konten positif yang kita hasilkan adalah senjata ampuh melawan disinformasi," tegasnya.
Workshop itu tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga membangun kesadaran kritis dalam memproduksi informasi.
Ketua STMM MMTC Yogyakarta, Agung Harimurti, menyambut baik inisiatif itu. "Ini adalah model ideal pendidikan literasi digital yang menyentuh akar rumput. Semoga bisa direplikasi di berbagai daerah," ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi praktik pembuatan konten, di mana mereka diajak mengangkat isu-isu kebijakan publik dengan pendekatan kreatif.
Indonesia.go.id sebagai Rumah Bersama
Dalam kesmepatan itu, Kemkomdigi secara khusus memperkenalkan kembali portal Indonesia.go.id sebagai wadah kolaborasi publik. "Portal ini terbuka untuk kontribusi masyarakat dalam membangun narasi kebangsaan," jelas Nursodik.
Saat ini, komunitas SOHIB x IGID telah berkembang pesat dengan 24 provinsi terjangkau dan ribuan anggota aktif.
Muflichun, mahasiswa ISI Yogyakarta, mengaku workshop memberinya perspektif baru. "Saya belajar membuat konten pemerintah yang tidak kaku tapi tetap informatif," ungkapnya. Sementara Hani dari Bawaslu berharap ada pelatihan lanjutan khusus mobile journalism untuk merespon dinamika informasi yang cepat.
Gerakan Nasional yang Terus Berkembang
Data terakhir menunjukkan komunitas ini telah memiliki basis anggota signifikan di Jawa Barat (2.582), Jawa Timur (2.502), dan Jawa Tengah (1.625). Melalui workshop ini, Kemkomdigi berharap dapat memperluas jaringan komunitas sekaligus meningkatkan kualitas konten positif di ruang digital.
"Kolaborasi adalah kunci. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin sehat ekosistem informasi kita," tutup Nursodik.
Para peserta pun pulang dengan semangat baru untuk menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing, siap menyebarkan virus konten positif ke seluruh penjuru negeri.
Untuk bergabung dengan gerakan ini, masyarakat dapat mengakses Indonesia.go.id atau media sosial @indonesiagoid.