Jakarta, InfoPublik - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayor Jenderal Suharyanto dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono turun ke lapangan untuk berkoordinasi dan membahas penanganan pasca bencana banjir bandang yang melanda Kota Bekasi, Jawa Barat.
Dalam kunjungan apangan itu, Menteri PKP mengunjungi masyarakat wilayah terdampak bencana banjir paling parah yakni Perumahan Pondok Gede Permai, Jatirasa, di Kecamatan Jatiasih yang tertimpa bencana banjir, pada Rabu (5/3/2025).
"Saya tadi sudah berkoordinasi dengan Bapak Kepala BNPB dan juga kepada Wali Kota. Kita coba bicara diskusi kita ajak ke masyarakat, apakah ada keinginan relokasi karena banjir ini sering terulang," kata Menteri PKP.
Menurut Maruarar, para pengungsi memerlukan bantuan secepat mungkin dari pemerintah agar bisa mengurangi beban sekaligus memberikan rasa perlindungan dari rasa khawatir mengingat rumahnya terendam air cukup tinggi.
Berdasarkan data BNPB Kota Bekasi, terdapat 23.967 Kepala Keluarga terdampak bencana banjir di Kota Bekasi yang terdiri dari 61.223 jiwa. Sedangkan jumlah warga terdampak di Kecamatan Jatiasih sebanyak 5229 KK atau 16.733 jiwa.
Jumlah pengungsi di Gudang BNPB Jatiasih sendiri mencapai 60 KK atau 263 jiwa. Selain di Gudang BNPB, lokasi pengungsian warga berada di Mushola Nurul Janah Kampung Pondok Benda dan Gereja Menara Kasih di Jalan Swatantra V, RT 04 RW 04 Jatirasa, Jatiasih.
“Keluarga Besar Kementerian PKP turut prihatin atas musibah banjir di Bekasi,semoga segera pulih kembali dan seluruh warga sehat, dapat terlayani dengan baik serta kembali ke rumah dengan aman,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri PKP membagikan sejumlah bantuan berupa mie instan, peralatan mandi, cairan pembersih lantai serta pakaian dalam dan kebutuhan obat-obatan untuk para orangtua dan anak-anak.