Nagoya, InfoPublik – Kontingen Indonesia menambah 14 medali pada Asian Para Games 2026, Kamis (22/10/2026), dengan rincian dua emas, tiga perak, dan sembilan perunggu. Tambahan tersebut memperkuat posisi Indonesia di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 10 emas, 11 perak, dan 31 perunggu.
Dua medali emas Indonesia berasal dari cabang olahraga para renang dan para tenis meja. Abdil Majid Rahman meraih emas nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7, sedangkan pasangan Barce Layaba/Leli Marlina menjadi juara nomor ganda campuran para tenis meja setelah mengalahkan wakil Korea Selatan.
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Reda Manthovani, mengapresiasi perjuangan para atlet yang terus menambah perolehan medali. Ia juga optimistis Indonesia mampu bertahan di posisi 10 besar, bahkan berpeluang mengejar peringkat delapan.
“Besok masih ada potensi tambahan lagi dari para bulu tangkis. Kita ada empat finalis yang akan bertanding besok (Jumat). Juga masih ada boccia, para atletik dan para renang,” ujar Reda di Headquarter Kontingen Indonesia, Jumat (24/10/2026).
Dua Emas dari Para Renang dan Para Tenis Meja
Emas dari cabang para renang diraih Abdil Majid Rahman yang mencatat waktu 1 menit 20,26 detik pada nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7. Atlet asal Kabupaten Kampar tersebut menjadi yang tercepat dalam nomor yang diikutinya.
Sementara itu, pasangan Barce Layaba/Leli Marlina menyumbangkan emas dari cabang para tenis meja. Mereka mengalahkan pasangan Korea Selatan, Moon Sunghye/Kim Younggun, dengan skor 3-1, setelah melalui empat gim dengan hasil 6-11, 11-7, 11-8, dan 11-3.
Pada cabang para renang, Indonesia juga memperoleh dua medali perak. Maulana Rifky Yavianda meraih perak pada nomor 50 meter gaya bebas putra klasifikasi S13, sedangkan Mutiara Cantik Harsanto mendapat perak pada nomor 100 meter gaya dada putri klasifikasi SB9.
Satu perak lainnya disumbangkan cabang para panahan melalui Ken Swagumilang, Arif Firmansyah, dan Teodora Audi Ayudia Ferely pada nomor compound mixed team.
Para Bulu Tangkis Turut Menyumbang Medali
Cabang para bulu tangkis menyumbangkan sejumlah medali perunggu melalui atlet-atlet Indonesia. Peraih medali tersebut meliputi Muhammad Al Imran pada tunggal putra SL3, Qonita Ikhtiar Syakuroh pada tunggal putri SL3, Rina Marlina pada tunggal putri SH6, serta Khalimatus Sadiyah pada tunggal putri SL4.
Medali perunggu lainnya diraih pasangan Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah pada nomor ganda putri SL3-SU5.
Tambahan medali perunggu juga datang dari cabang para renang melalui Theradina Audria Lie, para angkat berat melalui Elsa Dwi Saputri, serta para atletik melalui Helin Wardina dan Vitasari.
Capaian lintas cabang tersebut memperlihatkan kontribusi atlet Indonesia dalam menjaga perolehan medali sepanjang kompetisi. Peluang menambah medali masih terbuka melalui sejumlah pertandingan yang dijadwalkan pada hari berikutnya.
Indonesia Bidik Peringkat Delapan Besar
Berdasarkan klasemen sementara yang disampaikan dalam rilis kontingen, Indonesia berada di peringkat kesembilan dengan 10 emas, 11 perak, dan 31 perunggu. Posisi kedelapan ditempati Kazakhstan yang juga mengoleksi 10 emas, tetapi memiliki 13 perak dan 19 perunggu.
Reda menilai Indonesia masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi klasemen, terutama dengan adanya pertandingan final para bulu tangkis serta peluang dari cabang boccia, para atletik, dan para renang.
“Bisa sepuluh besar, bahkan nomor delapan bisa. Kalau melihat dari sini (perolehan medali) nomor delapan bisa ini, apalagi karena bulu tangkis belum main nih. Kenapa saya optimis? Karena bulu tangkis belum main. Kita berdoa saja ya, besok bulu tangkis main lima finalis,” tutur Reda.
Optimisme tersebut didasarkan pada peluang penambahan medali dari atlet yang masih berlaga. Namun, posisi akhir Indonesia tetap bergantung pada hasil pertandingan kontingen Indonesia dan negara-negara pesaing.
Jendi Pangabean Jadi Tumpuan Harapan
Selain peluang dari para bulu tangkis, Indonesia berharap dapat menambah medali melalui cabang para renang. Hingga Kamis (22/10/2026), cabang tersebut telah menyumbangkan tiga emas, dua perak, dan dua perunggu bagi kontingen Indonesia.
Salah satu atlet yang diharapkan menambah prestasi adalah Jendi Pangabean. Ia dijadwalkan mengikuti babak penyisihan nomor 100 meter gaya punggung klasifikasi S9 pada Jumat (23/10/2026) pukul 10.50 waktu setempat.
Koordinator Pelatih Para Renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, berharap Jendi dapat tampil sesuai dengan kemampuan dan peringkatnya. “Sesuai ranking kita harapkan Jendi bisa memenuhi targetnya untuk menjadi yang terbaik,” ujar Agni.
Jendi akan menghadapi persaingan, antara lain, dari atlet tuan rumah Taiyo Kawabuchi dan wakil Iran, Pouresmaeilyazdi Abolfazl Zarif.
Pertandingan tersebut menjadi salah satu kesempatan Indonesia untuk menambah perolehan medali sekaligus memperkuat peluang bertahan di 10 besar klasemen Asian Para Games 2026.
Dengan kontribusi dari para renang, para tenis meja, para panahan, para bulu tangkis, para angkat berat, dan para atletik, Indonesia terus berupaya menjaga konsistensi prestasi hingga akhir kompetisi.