Jakarta, InfoPublik - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono merespons cepat kisah viral anak pengetik naskah proklamasi kemerdekaan RI, Sayuti Melik yang hidup terlunta-lunta, Heru Baskoro (84), dengan memberikan upaya pendampingan secara komprehensif.
Dalam keterangan di Jakarta, Jumat (17/7/2026), Wamensos berbincang langsung dengan Heru dan sang istri, Treyzia Noviani (65) di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Kota Bekasi, Jawa Barat untuk mendapat bantuan residensial, rehabilitasi medis dan psikososial.
Pasangan tersebut, katanya, telah dievakuasi dari rumah kontarkan di Rawalumbu, Kota Bekasi sejak Senin (13/7). "Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial, sehingga pak Heru jika butuh sesuatu bisa bilang ke staf di sini, di sini ada dokter juga," ujar wamensos.
Wamensos Agus Jabo mengatakan, kebutuhan sehari-hari pasangan suami istri itu juga akan dipenuhi.
Selain itu, Wamensos juga memberi motivasi dan semangat kepada Heru dan istri bahwa Kemensos akan menjadi jembatan bagi pihak terkait lainnya serta pihak keluarga untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Heru.
Wamensos menyatakan, hidup Heru sebelumnya tergolong sangat cukup, karena sejak tahun 1998 hingga 2024, ia dan istrinya tinggal di Kanada. Sehari-hari ia mencukupi kebutuhannya dengan bekerja sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak, karena ia mengantongi status kewarganegaraan tetap Amerika.
Roda kehidupannya berputar sejak memutuskan untuk kembali ke Indonesia pada 2024. Heru mengalami masalah di mata kanannya, sehingga mengalami penurunan penglihatan dan sempat bolak balik Indonesia-Kanada untuk berobat.
Setelah berjalan enam bulan berada di Indonesia, dana pensiun milik Heru Baskoro tidak dapat dibayarkan kembali. Hal ini membuat Heru dan istri mengalami masalah finansial dan menjual semua asetnya.