Makassar, InfoPublik — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi melakukan koordinasi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman terkait kesiapan Angkutan Lebaran 2026 di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (27/2/2026).
Sinergi dilakukan menyusul hasil survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) yang menempatkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu provinsi asal dan tujuan favorit pemudik tahun ini.
Berdasarkan survei BKT, Sulawesi Selatan menjadi daerah asal terbesar keenam dengan estimasi 3,92 juta orang atau 2,7 persen dari total pergerakan nasional. Sebagai daerah tujuan, Sulsel masuk lima besar dengan potensi kedatangan 5,36 juta orang atau 3,40 persen dari total nasional.
Menhub menegaskan peran strategis Sulsel sebagai gerbang utama Indonesia Timur menuntut kesiapan infrastruktur dan koordinasi lintas sektor. “Diperlukan kesiapan, kolaborasi, dan kesamaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Sejumlah simpul transportasi di Makassar diperkirakan menjadi titik terpadat, terutama Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Bandara Sultan Hasanuddin diproyeksikan melayani 508,27 ribu penumpang keberangkatan (10,20 persen) dan 627,86 ribu penumpang kedatangan (12,60 persen).
Sementara Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar diperkirakan menjadi pelabuhan asal dan tujuan terpadat kedua nasional, dengan 134,28 ribu penumpang berangkat (14,50 persen) dan 150,59 ribu penumpang datang (16,30 persen).
Untuk mengantisipasi kepadatan, Kementerian Perhubungan menekankan manajemen lalu lintas di sekitar bandara dan pelabuhan, pengaturan arus kendaraan, serta penyediaan angkutan umum pengumpan (feeder).
Kemenhub juga kembali menggelar program Mudik Gratis. Sulsel termasuk provinsi tujuan dengan empat ruas pelayaran, yakni Batulicin–Makassar, Balikpapan–Parepare, Siwa–Tobaku, serta Tobaku–Siwa.
Selain simpul transportasi, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di sejumlah pasar tumpah seperti Pasar Pallangga (Gowa), Pasar Mandai (Maros), dan Pasar Tompo (Barru), serta kawasan wisata yang ramai mulai H+1 Lebaran, di antaranya Puncak Malino, Tanjung Bira, dan Pantai Losari.
Menhub juga mendorong optimalisasi 307 masjid di Sulsel sebagai rest area pendukung dengan memastikan fasilitas parkir, sanitasi, air bersih, serta pengaturan arus kendaraan yang tertib.
Di akhir koordinasi, Menhub Dudy menekankan pentingnya mitigasi bencana dan penguatan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di Sulsel untuk mengantisipasi titik rawan selama arus mudik dan balik. “Dengan karakter Sulsel sebagai simpul transportasi utama yang ditopang bandara hub regional dan pelabuhan strategis, sinergi pengelolaan lalu lintas dan peningkatan keselamatan menjadi kunci agar mobilitas masyarakat berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.