Jakarta, InfoPublik - PT Pertamina (Persero) memastikan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan beroperasi selama 24 jam penuh mulai Selasa (14/10) guna mengurai antrean panjang serta menjamin kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat di Bali.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, melalui keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).
Simon menegaskan, langkah itu diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap dinamika ketersediaan BBM di wilayah Bali selama beberapa hari terakhir.
"Selain percepatan distribusi ke SPBU, tentunya peningkatan pelayanan di SPBU menjadi 24 jam, tadi sudah disampaikan untuk Denpasar dan Badung (mulai hari ini) dan tentunya dalam satu hingga dua hari ke depan juga untuk Tabanan dan Gianyar," ujar Simon.
Guna mendukung kebijakan operasional nonstop tersebut, Pertamina berkoordinasi dengan Hiswana Migas untuk menambah tenaga operator di lapangan secara terukur agar keandalan layanan dan keselamatan kerja tetap terjaga.
Selain itu, langkah kontinjensi juga disiapkan dengan melibatkan bantuan dari personel TNI dan Polri sebagai operator cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan.
Dari sisi rantai pasok, Pertamina mengoperasikan Depo Manggis dan Depo Sanggaran selama 24 jam penuh serta menambah armada mobil tangki dari 90 unit menjadi 105 unit. Percepatan distribusi dari depo ke SPBU ini turut mendapat dukungan dari Polda Bali melalui pengawalan lalu lintas menggunakan kendaraan patroli.
Sedangkan, Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan ketersediaan pasokan BBM jenis Pertalite dan Pertamax di Bali dijamin aman hingga dua minggu ke depan berdasarkan skema pengiriman Pertamina. Ia memprioritaskan penanganan pada 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung yang tercatat memiliki tingkat konsumsi tertinggi.
"Jadi dengan demikian maka yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai dua minggu ke depan," kata Koster.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying agar tidak memicu penumpukan kendaraan di area SPBU.