- Oleh Dian Thenniarti
- Kamis, 14 November 2024 | 21:04 WIB
: Menhub Budi Karya Sumadi ketika membuka Rakornis BKT 2024 bertema 'Inovasi Kebijakan Transportasi Nasional: Merespons Dinamika Mobilitas dan Teknologi Masa Depan'. Foto : Kemenhub
Oleh Dian Thenniarti, Selasa, 8 Oktober 2024 | 21:58 WIB - Redaktur: Untung S - 289
Jakarta, InfoPublik - Tantangan sektor transportasi yang dihadapi saat ini semakin kompleks. Perubahan iklim, pertumbuhan populasi, urbanisasi, hingga perkembangan teknologi digital yang semakin masif memaksa insan transportasi untuk terus beradaptasi dengan kondisi ini.
Demikian dikemukakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ketika membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Badan Kebijakan Transportasi (BKT) 2024 bertema 'Inovasi Kebijakan Transportasi Nasional: Merespons Dinamika Mobilitas dan Teknologi Masa Depan' melalui pesan video, di Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Menhub menjelaskan, Rakornis yang dilaksanakan menjadi forum yang sangat strategis untuk mengidentifikasi beragam isu kritis serta menjadi momen yang tepat untuk merumuskan kebijakan yang inovatif dan tepat sasaran. Ia berharap, hasil diskusi dan pemikiran yang muncul dari pertemuan ini dapat merumuskan langkah-langkah konkret untuk memajukan sektor transportasi secara nasional.
"Sektor transportasi memiliki peranan yang sangat vital dalam mendukung pembangunan ekonomi, sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kita perlu memastikan bahwa transportasi di Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menjadi pendukung utama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," ucapnya.
Kemudian, Menhub juga mengapresiasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman yang dilakukan pada kesempatan ini antara Kemenhub dengan beberapa pihak, seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Perpustakaan Nasional, dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
Dirinya berharap agar kerja sama yang terjalin mampu menjawab berbagai tantangan di sektor transportasi dewasa ini, seperti: kebijakan pengembangan infrastruktur transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan; kebijakan peningkatan layanan angkutan umum massal melalui skema creative financing; pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi sistem transportasi; serta meningkatkan keselamatan dan keamanan di semua moda transportasi.
"Kolaborasi yang terjalin melalui MoU ini merupakan bukti bahwa tantangan-tantangan di sektor transportasi tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan perlu sinergi yang baik dari semua pihak, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, maupun swasta. Semoga MoU ini dapat segera diimplementasikan secara efektif, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas transportasi di tanah air," pungkas Menhub.
Sebagai informasi, dalam Rakornis BKT 2024, sejumlah agenda juga dilaksanakan, antara lain: peluncuran perpustakaan digital terintegrasi di lingkungan Kemenhub sekaligus pemberian penghargaan kepada perpustakaan terbaik; dan menyampaikan Hasil Pemetaan Isu Strategis Kebijakan Transportasi 2024.
Kemudian, pemberian apresiasi kepada sejumlah akademisi dan pemerhati transportasi, hingga dialog kebijakan transportasi dengan beberapa pembicara, yakni Direktur Transportasi Badan Pembangunan Nasional Ikhwan Hakim, Prof. Danang Parikesit dari Universitas Gajah Mada (UGM), serta Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sarpono.