BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Panas dan Asap Karhutla
peta sebaran asap (Sumber BMKG)
peta sebaran asap (Sumber BMKG)
Jakarta, InfoPublik – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas, udara kering, dan penurunan kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta menjaga kesehatan, menghemat penggunaan air, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, masyarakat di wilayah terdampak perlu melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko paparan asap dan dampak cuaca panas. Upaya tersebut antara lain menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari, serta membatasi kegiatan di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
“Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap juga dianjurkan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan,” tegasnya dalam keterangan resmi BMKG, sabtu (17/10/2026).
Selain menjaga kesehatan, BMKG mengajak pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla. Masyarakat diimbau menghemat dan mengelola sumber daya air secara bijak serta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi titik api agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin. Langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak asap terhadap kesehatan serta lingkungan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi terkini mengenai cuaca, kualitas udara, dan peringatan dini melalui situs resmi www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.
Informasi resmi BMKG dapat menjadi acuan masyarakat dalam menentukan langkah antisipatif menghadapi cuaca panas, kekeringan, penurunan kualitas udara, dan risiko kebakaran hutan dan lahan.
© Copyright 2026, All Rights Reserved