Jakarta, InfoPublik – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Menyusul laporan masih adanya sekitar 639 hektare lahan yang dalam proses pemadaman di enam provinsi paling terdampak.
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), upaya pemadaman masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak karhutla.
“Saat ini fokus utama tertuju pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” ujar Teddy.
Menurut Teddy, operasi pemadaman melalui jalur darat melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman dilaporkan mencapai rata-rata lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari.
Selain pengerahan personel darat, pemerintah mengintensifkan operasi pemadaman dari udara untuk menjangkau titik-titik kebakaran dan mempercepat pengendalian api.
“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” imbuh Teddy.
Sementara itu, kondisi karhutla di empat provinsi lainnya, yakni Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan, dilaporkan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
Pemerintah juga terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan pertumbuhan awan hujan. Langkah tersebut dilakukan seiring prakiraan awal musim hujan yang diperkirakan mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan pengerahan seluruh sumber daya untuk memastikan kebakaran segera terkendali sekaligus mencegah meluasnya wilayah terdampak.
“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” pungkas Teddy.