Jakarta, InfoPublik - Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan berupa santunan duka kepada 13 ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal tersebut disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan resmi, Minggu (23/8/2026).
Mensos mengatakan, pihaknya akan memberikan santunan kepada para korban sesuai dengan prosedur yang berlaku secara nasional. “Santunan kepada ahli waris yang meninggal sebesar Rp 15 juta," katanya.
Menurut Mensos Saifullah Yusuf, penanganan bencana dilaksanakan pemerintah pusat berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta relawan, mulai dari tahap evakuasi, tanggap darurat, hingga rehabilitasi. "Jadi kalau penanganan bencana itu diawali dengan tahap evakuasi, yang dilakukan oleh mereka yang terlatih, biasanya dari TNI, Polri atau relawan-relawan kebencanaan," ujarnya.
Setelah evakuasi, tahap berikutnya adalah tanggap darurat. Di tahap ini, pihaknya akan berfokus pada penyaluran bantuan logistik, mendirikan posko pengungsian hingga dapur umum. Adapun tahap terakhir adalah rehabilitasi atau pemulihan pascabencana.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus menyampaikan apresiasi kepada Kemensos atas respons dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Nagekeo pascabencana gempa bumi. “Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Nagekeo,” kata Simplisius.
Dia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban, dan berharap pada ahli waris agar tetap kuat, tabah, dan menyerahkan segala yang telah terjadi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. “Kehilangan orang yang kita cintai tentu merupakan duka yang sangat berat,” ujarnya.
Menurutnya, santunan sejumlah Rp15 juta yang diterima masing-masing ahli waris merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada korban terdampak. “Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan kehilangan yang dialami, tetapi kiranya dapat sedikit meringankan beban keluarga dan menjadi bentuk kepedulian serta kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka,” ujar Bupati Nagekeo.