Muara Enim, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyiapkan lima unit ekskavator untuk membantu masyarakat membuka lahan tanpa harus menggunakan cara membakar hutan dan lahan. Program ini menjadi salah satu upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus menekan biaya pembukaan lahan yang selama ini harus ditanggung warga.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim Sumarni menyampaikan hal tersebut saat meninjau operasional bantuan alat berat di lahan milik warga Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Senin (19/10/2026).
Program yang masuk dalam 20 Program Strategis melalui visi Membara itu menyediakan lima ekskavator yang dapat dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Muara Enim untuk membuka lahan. Pemerintah daerah juga menanggung biaya operator, sehingga warga hanya perlu menyediakan bahan bakar alat berat.
Sepanjang 2026, program tersebut telah dimanfaatkan untuk membuka lahan seluas 85 hektare. Selain membantu warga menyiapkan lahan, fasilitas ini diperkirakan mampu memangkas biaya penyewaan alat berat sekitar 60–65 persen per hektare.
Efisiensi biaya ini diharapkan menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat untuk beralih dari pembukaan lahan dengan cara membakar ke metode yang lebih aman dan terkendali.
Dalam peninjauan tersebut, Sumarni didampingi Kapolres Muara Enim Hendri Syaputra dan Dandim 0404 Muara Enim Sahid Winagiri.
Sumarni berharap ketersediaan ekskavator dapat dimanfaatkan secara optimal agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan membakar. Praktik tersebut berisiko memicu karhutla yang dapat mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi warga.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim Isdrin menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan bantuan alat berat dapat mengajukan permohonan melalui kelompok tani kepada Dinas Perkebunan.
Setelah permohonan diterima, tim dinas akan meninjau langsung lokasi untuk menilai kelayakan lahan yang akan dibuka. Lahan yang dinyatakan memenuhi persyaratan kemudian dimasukkan ke dalam daftar antrean sesuai urutan permohonan.
Ekskavator selanjutnya didistribusikan berdasarkan giliran yang telah ditetapkan dan dapat digunakan untuk membantu pembukaan lahan. Melalui program ini, Pemkab Muara Enim berupaya menghadirkan solusi praktis bagi masyarakat: biaya pembukaan lahan lebih ringan, akses terhadap alat berat lebih mudah, dan risiko kebakaran akibat pembukaan lahan dengan cara membakar dapat ditekan.
Ke depan, pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan semakin luas sehingga pembukaan lahan untuk kegiatan produktif dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan dan mencegah karhutla di Kabupaten Muara Enim.
[diskominfosp-me]