Tambolaka, InfoPublik — Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, meninjau langsung kondisi warga dan kerusakan bangunan akibat gempa bumi di sejumlah wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat sekaligus mempercepat pendataan kerusakan dan penanganan dampak gempa. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga pukul 18.00 WITA, puluhan rumah warga dan 13 fasilitas umum tercatat terdampak.
Dari data sementara tersebut, satu warga mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan menjalani rawat jalan. Sementara itu, tidak terdapat korban jiwa. Kerusakan rumah warga tercatat di Kecamatan Kodi, Kodi Bangedo, Kodi Utara, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan, dan Kota Tambolaka. Dari data yang telah diklasifikasikan, sebanyak satu rumah mengalami rusak berat, enam rumah rusak sedang, dan 33 rumah rusak ringan.
Selain rumah warga, gempa juga berdampak pada 13 fasilitas umum. Sebanyak 12 fasilitas dilaporkan mengalami rusak berat dan satu fasilitas mengalami rusak sedang. Fasilitas yang terdampak meliputi rumah ibadah, sekolah dasar, puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), kantor jaga PLN, serta balai desa/kelompok bermain (KB).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala BPBD, Kepala Dinas Koperasi, dan Kepala Dinas Perumahan. Rombongan juga berkoordinasi dengan Camat Kodi, Camat Kodi Bangedo, Kapolsek Kodi, dan Kapolsek Kodi Bangedo untuk memantau kondisi warga dan situasi keamanan di wilayah terdampak.
Bupati menyapa dan berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan mereka setelah gempa. Pemerintah daerah memastikan jajaran terkait bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) terus bergerak melakukan penanganan darurat.
Selain memastikan penanganan dampak, kunjungan tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan kepada masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui instansi terkait masih melakukan pendataan dan pemutakhiran informasi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dan kerusakan bangunan dapat teridentifikasi sehingga penanganan serta bantuan dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Sumba Barat Daya terjadi pada Minggu (4/10/2026) pukul 06.55 WITA dengan pusat gempa berada di wilayah Kodi. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.