Jakarta, InfoPublik - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan pengiriman 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak asap tebal guna melindungi kesehatan masyarakat. Selain itu juga menyiapkan oxygen concentrator (OC) dan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.
Seperti yang dikutip InfoPublik, Selasa (19/10/2026) Menkes Budi menegaskan pemenuhan logistik kesehatan di wilayah terdampak tidak boleh tertunda dan membutuhkan dukungan penuh pemerintah daerah. Kemenkes meminta seluruh Puskesmas di wilayah terdampak mengoperasikan layanan rumah oksigen. "Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen untuk mendukung pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare,” tegas Menkes Budi.
Untuk memberi perhatian khusus kepada anak, ibu hamil, dan lansia, Kemenkes bersama pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat dan tenaga kesehatan setempat menyiagakan penjangkauan layanan Posyandu ke rumah-rumah.
Layanan Posyandu ke rumah warga ini disiapkan untuk memastikan anak, ibu hamil, dan lansia tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal saat masyarakat diimbau bertahan di dalam rumah.
Selain itu, Menkes juga meminta kepada tenaga kesehatan memberikan pertolongan kepada para pemadam kebakaran yang tengah bertugas yang membutuhkan layanan kesehatan di lapangan.
Guna memperkuat penanganan krisis di lapangan bersama dinas kesehatan setempat, Kemenkes menerjunkan kembali tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) guna memantau distribusi bantuan, operasional rumah oksigen, serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. "Tim juga turun langsung untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga agar penanganan dapat berjalan efektif, terpadu, dan sesuai kebutuhan daerah," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.