Jakarta, InfoPublik - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menegaskan, akurasi dan pemutakhiran data penerima menjadi kunci utama agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran serta menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut menyampaikan, seluruh program perlindungan, jaminan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan sosial bagi masyarakat miskin dan anak terlantar harus berbasis pada basis data yang valid.
"Dengan data yang akurat itu kita akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Jangan sampai kita membantu orang yang tidak memenuhi kriteria atau bahkan membantu orang yang sudah meninggal," kata mensos melalui keterangan resmi, usai menghadiri kegiatan Penguatan Penjangkauan Sekolah Rakyat dan Perlindungan Sosial yang berlangsung di Sasana Krida Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11/2026).
Untuk menjamin tingkat presisi data, pemerintah telah membangun sistem perlindungan sosial digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan biometrik melalui pengenalan wajah (face recognition). Sistem yang melengkapi validasi nama dan alamat (by name by address) ini diuji coba di Kabupaten Banyuwangi pada 2025 dan mulai diimplementasikan secara nasional pada 2026.
Mensos mengatakan, pemutakhiran data secara berkelanjutan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga perangkat desa, RT, dan RW. Meski demikian, penerapan teknologi baru ini tetap memerlukan pendampingan di lapangan mengingat belum semua warga memiliki telepon pintar atau familiar dengan layanan digital.