Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat integrasi data pendidikan nasional sekaligus memperkuat infrastruktur sekolah guna mendukung perluasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah tersebut diharapkan memastikan penyaluran program prioritas Presiden Prabowo Subianto berlangsung lebih tepat sasaran, merata, dan didukung kesiapan satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, dalam rapat koordinasi percepatan pelaksanaan MBG di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Menurut Fajar, Kemendikdasmen saat ini memfokuskan dua agenda strategis dalam penguatan tata kelola data pendidikan sebagai fondasi perluasan penerima manfaat MBG.
Agenda pertama adalah mempercepat integrasi data lintas kementerian dan lembaga yang melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta kementerian dan lembaga terkait untuk membangun satu basis data nasional yang terintegrasi.
Sementara agenda kedua adalah menyelaraskan data peserta didik berbasis Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) melalui proses sinkronisasi dan validasi sehingga data penerima manfaat menjadi lebih akurat. "Integrasi data menjadi kunci agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar tepat sasaran dan mampu menjangkau seluruh peserta didik yang berhak menerima manfaat," ujar Fajar, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Kamis (30/7/2026).
Selain penguatan data, Kemendikdasmen juga terus memperkuat kesiapan infrastruktur sekolah melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, termasuk mengoptimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai bagian dari ekosistem layanan kesehatan di lingkungan pendidikan.
Fajar menegaskan, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh penyediaan makanan bergizi, tetapi juga harus didukung fasilitas sanitasi, layanan kesehatan, serta lingkungan sekolah yang sehat. "Hingga saat ini sekitar 80 persen murid di Indonesia telah menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Kami berharap percepatan integrasi data dan penguatan sarana prasarana sekolah akan semakin meningkatkan kualitas kesehatan peserta didik sekaligus memperluas jangkauan program," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam mendukung implementasi MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tersebut sangat bergantung pada koordinasi yang erat antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Pemerintah, kata dia, terus memperkuat tata kelola penyelenggaraan MBG agar pelaksanaannya berjalan efektif, terukur, dan mampu menjangkau seluruh kelompok sasaran.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjelaskan pelaksanaan MBG akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pemutakhiran data penerima manfaat. BGN akan melakukan verifikasi dan pembaruan data peserta didik, memperluas cakupan program ke sekolah-sekolah keagamaan, serta mempercepat implementasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya daerah yang masih memiliki prevalensi stunting tinggi.
Menurut Sudaryono, dukungan Kemendikdasmen menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan satuan pendidikan sebelum program dijalankan. "Pendataan dan konfirmasi kesiapan satuan pendidikan menjadi langkah penting agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah," ujarnya.
Melalui penguatan sistem data, peningkatan infrastruktur pendidikan, dan sinergi lintas kementerian, pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memperluas akses gizi bagi peserta didik, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kesehatan, proses belajar, dan pembangunan sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.