Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat pengembangan SMA Unggul Garuda sebagai strategi mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas.
Program yang menjadi bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto itu dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi talenta terbaik Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia tanpa dibatasi latar belakang ekonomi maupun daerah asal.
Menurut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, pengembangan SMA Unggul Garuda disusun berdasarkan Cetak Biru Ekosistem SMA Unggul Garuda, sehingga seluruh kebijakan dibangun melalui pendekatan riset dan analisis data untuk memastikan program mampu menjawab kebutuhan peningkatan kualitas SDM nasional.
Ia mengungkapkan, berdasarkan Indeks Modal Manusia, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-96 dari 175 negara dengan skor 0,54. Artinya, rata-rata anak Indonesia baru mampu mengoptimalkan sekitar 54 persen dari potensi yang dimilikinya. "Selain sumber daya alam, yang menentukan kemajuan suatu negara adalah sumber daya manusianya," ujar Wamen Stella, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Kamis (16/7/2026)
Stella menegaskan SMA Unggul Garuda bukan sekolah eksklusif bagi kelompok tertentu. Seleksi peserta didik dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yakni prestasi, kondisi ekonomi, dan keterwakilan wilayah, sehingga talenta terbaik dari seluruh Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas.
Ia menyebutkan, rata-rata peserta didik SMA Unggul Garuda Baru berasal dari keluarga pada desil ekonomi empat, menunjukkan keberpihakan program kepada pemerataan kesempatan belajar. "SMA Unggul Garuda bukanlah sekolah elitis. Satu-satunya keberpihakan adalah kepada siswanya, agar mereka memiliki peluang sebesar-besarnya diterima di kampus impian," tegasnya.
Untuk memperkuat kualitas pendidikan, Kemdiktisaintek juga terus membangun ekosistem pendukung melalui penguatan kapasitas guru, sehingga peserta didik di berbagai daerah memperoleh layanan pendidikan yang setara. Penguatan ekosistem tersebut dilengkapi dengan Beasiswa Garuda, yang menjadi jalur pendukung bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia.
Penerima Beasiswa Garuda, Najwa Nadindra Setyawan, mengatakan program tersebut menjadi faktor penting yang membuka peluangnya menempuh pendidikan di luar negeri. "Beasiswa Garuda menjadi katalis yang membuka kesempatan bagi saya untuk berkuliah di luar negeri dan mengembangkan potensi yang lebih luas," ujarnya.
Hal senada disampaikan penerima beasiswa lainnya, Calya Sela Nayaka Mangkunegara. Menurutnya, program tersebut membantu peserta didik mempersiapkan berbagai kebutuhan studi, mulai dari administrasi hingga kesiapan akademik. "Program ini menjadi teman dalam mewujudkan cita-cita untuk melanjutkan studi di luar negeri sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat Indonesia," katanya.
Dukungan terhadap program juga datang dari kalangan pendidik. Guru SMAN 10 Samarinda, Abdul Rais Thamrin, menilai SMA Unggul Garuda mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik untuk berani bersaing di tingkat global. "Banyak siswa merasa latar belakang mereka menjadi keterbatasan. Program ini membangun kembali keyakinan bahwa mereka juga mampu meraih kesempatan terbaik," ujarnya.
Penguatan ekosistem SMA Unggul Garuda mulai menunjukkan hasil. Setelah Kemdiktisaintek menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas terkemuka di Inggris pada 29 Oktober 2025, sebanyak 12 SMA Unggul Garuda Transformasi berhasil memperoleh 82 Letter of Acceptance (LoA) dari berbagai perguruan tinggi terbaik di Inggris pada 2026.
Selain itu, dua siswa SMA Negeri MH Thamrin juga berhasil diterima di Oxford University, memperkuat capaian program dalam membuka akses talenta Indonesia ke kampus-kampus berkelas dunia.
Menutup pemaparannya, Stella Christie menegaskan bahwa Beasiswa Garuda merupakan investasi jangka panjang negara dalam membangun SDM unggul. Karena itu, para penerima beasiswa diharapkan tidak hanya meraih prestasi akademik, tetapi juga kembali memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia melalui inovasi, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat.