Jakarta, InfoPublik – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN memperkuat pembangunan keluarga melalui lima program unggulan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan mengoptimalkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka saat membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji dalam Dialog Nasional Pemberdayaan Masyarakat bertema “Langkah Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045” di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Isyana mengatakan, penguatan ketahanan keluarga menjadi bagian strategis dalam pembangunan manusia, sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Pemberdayaan masyarakat merupakan agenda strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat daya saing bangsa,” ujarnya.
Untuk menjangkau keluarga hingga tingkat lapangan, Kemendukbangga/BKKBN mengandalkan 19.780 penyuluh keluarga berencana (KB) dan petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), serta lebih dari 200.000 Tim Pendamping Keluarga (TPK) dengan total anggota hampir 600.000 orang yang terdiri atas kader PKK, kader KB, dan tenaga kesehatan.
Pembangunan keluarga dilaksanakan melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), balita, anak, remaja, pasangan usia subur, hingga lanjut usia (lansia). Menurut Isyana, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam pembentukan karakter, kualitas hidup, dan kapasitas manusia.
Karena itu, lanjutnya, penguatan keluarga menjadi bagian penting dalam memanfaatkan peluang bonus demografi. Kemendukbangga/BKKBN menjalankan lima program unggulan untuk mendukung kebutuhan keluarga pada berbagai tahap kehidupan.
Pertama, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting. Kedua, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) untuk memperkuat layanan pengasuhan anak. Ketiga, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) untuk meningkatkan keterampilan hidup dan mendukung kesehatan mental remaja. Keempat, Gerakan Ayah Teladan Indonesia untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan keluarga. Kelima, Sidaya (Lansia Berdaya) untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas lansia.
Selain memperkuat program pembangunan keluarga, Kemendukbangga/BKKBN mendorong integrasi dengan agenda pemberdayaan sosial dan ekonomi nasional. Langkah ini diharapkan menempatkan keluarga sebagai subjek sekaligus penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dialog Nasional Pemberdayaan Masyarakat tersebut turut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi.