Jakarta, InfoPublik – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi prioritas utama pemerintah sebagai fondasi mewujudkan Indonesia maju dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang memperluas akses pendidikan, mulai dari Program Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, hingga pengembangan SMA Unggul Garuda untuk mencetak talenta unggul nasional.
Penegasan itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, yang dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Sidang tersebut menjadi momentum evaluasi capaian pemerintahan sekaligus penegasan arah kebijakan strategis dalam memperkuat kualitas SDM sebagai modal utama menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kualitas manusia Indonesia akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pembangunan pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Kita paham dan mengerti bahwa masa depan kita akan ditentukan oleh kualitas manusia kita, kualitas anak-anak kita, kualitas fisik, kesehatan. Karena itu gizi sangat penting, tapi juga kualitas pendidikan," ujar Presiden, dalam keterangan tertulis yang diterima Infopublik, Rabu (22/7/2026)
Presiden juga menegaskan bahwa arah pembangunan nasional selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mewujudkan pendidikan berkualitas, penguatan industri, inovasi, dan pembangunan infrastruktur sebagai pendorong daya saing Indonesia di tingkat global.
Di sektor pendidikan, Presiden menyoroti berbagai program pemerintah yang bertujuan memperluas kesempatan belajar bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Program Indonesia Pintar dan KIP Kuliah disebut menjadi instrumen penting untuk memastikan peserta didik dari keluarga kurang mampu tetap memiliki akses melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Pemerintah juga terus memperkuat berbagai skema beasiswa sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan SDM.
Selain memperluas akses pendidikan tinggi, Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus pada pengembangan SMA Unggul Garuda sebagai program strategis untuk mencetak generasi berprestasi dari seluruh daerah di Indonesia.
Melalui program tersebut, siswa-siswa terbaik, termasuk yang berasal dari keluarga kurang mampu, diharapkan memperoleh pendidikan berkualitas, pembinaan talenta secara intensif, serta kesempatan melanjutkan studi di perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri.
Kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
Melalui penguatan akses pendidikan tinggi, pengembangan talenta unggul, serta peningkatan kualitas riset dan inovasi, Kemdiktisaintek terus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan kompetitif sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.