Jakarta, InfoPublik — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan pentingnya penerapan sistem identifikasi usia oleh platform digital sebagai bentuk tanggung jawab dalam melindungi anak-anak di ruang digital.
Penegasan tersebut disampaikan Nezar saat menerima audiensi perwakilan YouTube di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/1/2026). “Kita membutuhkan mesin cerdas yang mampu mengidentifikasi usia pengguna. Platform digital bertanggung jawab untuk menerapkan teknologi semacam ini,” ujar Wamenkomdigi.
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), yang mewajibkan platform melakukan verifikasi usia pengguna serta membatasi akses terhadap konten negatif.
Nezar Patria menekankan bahwa pengguna yang belum cukup umur harus mendapatkan perlindungan khusus, termasuk pembatasan akses terhadap konten yang tidak sesuai dengan usia mereka. “Dengan adanya identifikasi usia, anak-anak tidak diperbolehkan mengakses konten tertentu yang berpotensi berdampak negatif,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Wamen Nezar juga mengapresiasi langkah YouTube yang telah menyediakan berbagai fitur untuk mendukung pengawasan orang tua serta meningkatkan kemampuan algoritma dalam mencegah munculnya konten negatif di platform.
Ia berharap praktik baik yang telah dilakukan YouTube dapat menjadi contoh bagi platform digital lainnya dalam menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.
Sementara itu, Global Head and Vice President of Government Affairs and Public Policy YouTube, Leslie Miller, menjelaskan bahwa YouTube telah menghadirkan sejumlah fitur untuk memudahkan orang tua dalam memantau aktivitas anak di ruang digital.
Salah satu fitur tersebut memungkinkan pengaturan akses akun dari orang tua ke anak, meskipun menggunakan perangkat yang sama. “Fitur ini dirancang agar orang tua lebih mudah mengelola dan mengawasi akses anak terhadap konten digital,” jelas Leslie Miller.
Ia berharap berbagai upaya tersebut dapat membantu orang tua dalam memastikan keamanan dan kenyamanan anak saat mengakses platform digital.