Pekanbaru, InfoPublik – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mendorong sinkronisasi data penerima intervensi gizi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Riau yang prevalensinya dilaporkan mencapai 20,1 persen.
Kepala Dinkes Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan akurasi data menjadi faktor penting agar program pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita dapat dilaksanakan secara efektif serta tepat sasaran.
"Angka prevalensi stunting di Riau kami saat ini berada di angka 20,1 persen. Sementara itu, alokasi bantuan pemberian makanan tambahan dari kami saat ini sudah terbatas untuk sasaran ibu hamil dan balita," ujar Zulkifli di Kantor Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, sasaran intervensi gizi di Riau mencakup sekitar 121.000 ibu hamil dan 390.000 balita.
Besarnya jumlah sasaran tersebut membutuhkan pendataan yang akurat dan terintegrasi untuk memastikan bantuan dan layanan gizi menjangkau kelompok yang membutuhkan.
Zulkifli menyampaikan bahwa Dinkes Riau masih menghadapi kendala dalam memperbarui data penerima manfaat di lapangan, terutama karena belum memperoleh data dari SPPG sebagai pelaksana layanan pemenuhan gizi.
"Saat ini, kami menghadapi kendala dalam mengupdate data riil di lapangan secara akurat, karena belum mendapatkan data pada kawan-kawan SPPG yang mengeksekusi pemberian gizi," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ketersediaan data SPPG diperlukan untuk mengetahui cakupan penerima manfaat dan mengevaluasi pelaksanaan intervensi gizi.
Selain itu, sinkronisasi data dinilai penting untuk mengoptimalkan keterkaitan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan upaya penanganan stunting.
"Padahal, intervensi spesifik stunting sangat bergantung dengan keakuratan data ini, mengingat program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak yang signifikan terhadap percepatan penurunan stunting," terangnya.
Karena itu, Dinkes Riau mengharapkan koordinasi lintas sektor untuk mencocokkan data sasaran, penerima manfaat, dan kebutuhan intervensi gizi di setiap wilayah.
"Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya pencocokan dan sinkronisasi data ke depan. Agar strategi penurunan stunting yang kita jalankan dapat tepat sasaran dan memberikan hasil yang optimal," harapnya.
Melalui penguatan koordinasi dan integrasi data, Pemprov Riau berharap program intervensi gizi dapat menjangkau kelompok sasaran secara lebih tepat dan mendukung percepatan penurunan stunting.