Kota Gorontalo, InfoPublik – Provinsi Gorontalo menempati posisi tertinggi secara nasional dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan pada 2-5 Nopember 2026, sebanyak 87,6 persen sekolah di Gorontalo telah melaksanakan pelayanan CKG.
Capaian tersebut melampaui Sulawesi Tenggara yang berada di posisi kedua dengan 85,2 persen dan Bali sebesar 81,8 persen. Secara nasional, tercatat 189.748 sekolah atau 62,4 persen dari total sekolah telah mendapatkan pelayanan CKG Sekolah hingga Oktober 2026.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026), menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
Menurut Anang, keberhasilan Gorontalo menempati posisi teratas merupakan hasil kerja kolektif jajaran kesehatan yang didukung keterlibatan aktif pemerintah daerah dan satuan pendidikan. Koordinasi antara Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, Puskesmas dan pihak sekolah menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan pelayanan.
“Ini merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan satu institusi saja. Seluruh jajaran kesehatan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga Puskesmas, telah bekerja keras membangun koordinasi dengan sekolah agar pelayanan CKG dapat terlaksana. Kami mengapresiasi komitmen dan dedikasi semua pihak yang terlibat,” ujar Anang, Jumat (6/11/2026).
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, serta seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Gorontalo atas dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.
Anang menilai dukungan kepala daerah memiliki peran strategis dalam menggerakkan perangkat daerah dan memperkuat sinergi lintas sektor. Komitmen pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota turut memberikan ruang bagi jajaran kesehatan untuk mempercepat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.
“Perhatian dan dukungan Bapak Gubernur, Ibu Wakil Gubernur, serta para bupati dan wali kota menjadi penyemangat bagi kami di jajaran kesehatan. Kolaborasi seperti inilah yang perlu terus dijaga. Ketika pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan sekolah bergerak bersama, pelayanan kesehatan kepada anak-anak dapat menjangkau lebih banyak peserta didik,” ungkapnya.
Meski mencatatkan capaian tertinggi nasional, Anang menegaskan bahwa upaya pelaksanaan CKG Sekolah belum selesai. Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo bersama jajaran kesehatan kabupaten/kota akan terus mendorong sekolah yang belum melaksanakan pemeriksaan agar segera mendapatkan pelayanan.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari persentase sekolah yang telah melaksanakan CKG. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan setiap temuan pemeriksaan mendapatkan tindak lanjut sesuai kondisi kesehatan peserta didik, baik berupa edukasi, penanganan maupun rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
“Yang paling penting adalah manfaat yang dirasakan anak-anak. Jangan sampai pemeriksaan hanya berhenti pada pencatatan hasil. Jika ditemukan masalah kesehatan, harus ada tindak lanjut yang jelas agar anak-anak memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya,” tegas Anang.
Capaian 87,6 persen tersebut menjadi modal penting bagi Provinsi Gorontalo untuk melanjutkan perluasan pelayanan CKG Sekolah. Sinergi pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan satuan pendidikan diharapkan tetap terjaga sehingga semakin banyak peserta didik memperoleh akses pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini masalah kesehatan sejak usia sekolah. (mcgorontaloprov/np/ilb/md)