Sumenep, InfoPublik – Membangun budaya hidup sehat tidak selalu membutuhkan aktivitas fisik yang berat. Senam peregangan setelah apel pagi menjadi langkah sederhana yang dibiasakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep untuk menjaga kebugaran aparatur sipil negara (ASN) sekaligus mendorong pola hidup aktif di lingkungan kerja.
Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor Dinkes P2KB Sumenep, Kamis (5/11/2026), tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 2 Tahun 2026 tentang Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR).
Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menegaskan bahwa GEMAR perlu diterapkan secara konsisten agar menjadi bagian dari keseharian ASN, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“ASN harus menjadi contoh dalam menerapkan pola hidup aktif dan bugar. Sebelum masyarakat kita sadar akan pentingnya hidup sehat, kita harus memulainya dari diri sendiri,” ujar Ellya, seperti dikutip dari Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep.
Senam peregangan menjadi salah satu cara untuk membiasakan pegawai tetap aktif di tengah rutinitas pekerjaan. Aktivitas ini diharapkan membantu menjaga kebugaran tubuh sehingga ASN dapat menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih optimal.
Namun, penerapan GEMAR tidak berhenti pada aktivitas fisik. Ellya juga mengingatkan jajarannya agar menjaga kebersihan ruang kerja dan lingkungan kantor, serta menerapkan kedisiplinan dalam aktivitas sehari-hari.
“Perubahan budaya kerja dimulai dari keteladanan ASN. Ruang kerja harus bersih, sikap disiplin perlu dijaga, dan kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari keseharian kita,” ungkapnya.
Menurut Ellya, kebiasaan hidup sehat perlu dibangun melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan. Keteladanan ASN menjadi penting karena perubahan perilaku di lingkungan pemerintahan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan serupa.
Melalui GEMAR, Dinkes P2KB Sumenep mendorong terbentuknya lingkungan perkantoran yang lebih sehat, bersih, dan nyaman. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya kerja yang mendukung kualitas pelayanan publik.
Konsistensi pelaksanaan menjadi kunci agar gerakan ini tidak berhenti pada rutinitas senam pagi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan hidup aktif, disiplin, dan peduli lingkungan.