Palembang, InfoPublik – Sebanyak 256 kepala desa mengikuti program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan III di Universitas Sriwijaya (Unsri), Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel), Rabu (4/11/2026). Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepala desa dalam tata kelola pemerintahan, transformasi digital, inovasi pelayanan publik, dan pengembangan potensi ekonomi desa.
Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu dihadiri Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya.
Dalam arahannya, Herman Deru menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan pemahaman terhadap persoalan serta potensi daerah bagi setiap kepala desa.
“Kepala desa saat ini harus memahami teknologi di tengah derasnya arus informasi. Selain itu, harus paham betul masalah di desanya—apakah itu sektor pertanian, masalah ekonomi, maupun potensi ekonomi yang bisa dikembangkan,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, kepala desa perlu mampu mengidentifikasi persoalan dan peluang pengembangan ekonomi secara tepat agar kebijakan serta program pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyoroti keberhasilan Desa Jeremun, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sebagai contoh pengelolaan desa dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Melalui komitmen bersama yang dituangkan dalam Peraturan Desa (Perdes), Desa Jeremun disebut berhasil menjaga wilayahnya tetap bebas dari titik panas (hotspot).
Keberhasilan tersebut dinilai menunjukkan pentingnya kepemimpinan desa, keterlibatan masyarakat, dan penguatan regulasi lokal dalam mengatasi persoalan lingkungan.
Sementara itu, Wamendagri, Bima Arya, mengapresiasi semangat inovasi para pemimpin di tingkat lokal yang mampu menghadirkan perubahan melalui gagasan dan kepemimpinan.
Ia mencontohkan seorang ketua rukun tetangga (RT) yang inovasi lingkungannya mendapat perhatian dari luar negeri.
Bima Arya juga menyoroti Desa Batuan di Bali yang disebut meraih juara pertama International Learning Village melalui pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis kebudayaan.
“Saya sangat salut, ada Ketua RT dengan berbagai inovasinya membangun wilayah hingga dilirik oleh luar negeri. Kepemimpinan di tingkat desa harus memiliki visi, ideologi, dan prioritas yang jelas,” tegas Bima Arya.
Melalui program Kepala Desa Masuk Kampus, para peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel, inovatif, dan berbasis data.
Program tersebut juga diharapkan mendorong kepala desa mengembangkan potensi lokal serta meningkatkan kualitas pelayanan publik agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.