Palangka Raya, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya mendorong terciptanya lingkungan permukiman yang mandiri, nyaman, dan berkelanjutan melalui program Kampung Kolaboratif, Ekonomi Maju, Religius, Energik, dan Nyaman (KEREN).
Program ini tidak hanya menitikberatkan pada kebersihan lingkungan, tetapi juga penguatan ekonomi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Pemkot Palangka Raya mulai melaksanakan, penilaian Kampung KEREN dengan mengunjungi Kelurahan Kereng Bangkirai, Senin (2/11/2026).
Penilaian dilakukan melalui peninjauan langsung untuk melihat perkembangan kawasan berdasarkan sejumlah indikator yang telah ditetapkan. Aspek yang menjadi perhatian meliputi kebersihan dan penataan lingkungan, perkembangan ekonomi masyarakat, kehidupan sosial yang harmonis, serta partisipasi warga dalam membangun wilayahnya.
Ketua Tim Penilai Kampung KEREN, Stepanus, mengatakan, peninjauan lapangan bertujuan memastikan nilai-nilai yang terkandung dalam program tersebut benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
"Kita ingin melihat sejauh mana implementasi di lapangan. Tadi sebelum peninjauan, telah dipaparkan sejumlah potensi yang dikembangkan," ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan Kampung KEREN tidak cukup diukur dari kondisi lingkungan saat penilaian berlangsung. Lebih dari itu, diperlukan konsistensi masyarakat dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi wilayah secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, setiap kawasan sasaran telah memiliki peta jalan (roadmap) pengembangan untuk jangka waktu dua tahun. Dari sisi administrasi, persiapan program dinilai telah berjalan dengan baik. Namun, tim penilai tetap perlu memastikan kesesuaian antara dokumen perencanaan dan pelaksanaan di lapangan.
"Bagaimana unsur-unsur KEREN itu terlihat jelas di lapangan sesuai dengan moto Pemerintah Kota Palangka Raya. Hal ini harus berkesinambungan, tidak hanya saat penilaian, tetapi terus berlanjut ke depannya,"imbuhnya.
Sebanyak 12 lokasi menjadi sasaran penilaian berdasarkan pembagian zonasi. Rangkaian peninjauan lapangan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 2–4 November 2026.
Melalui program Kampung KEREN, Stepanus berharap, masyarakat semakin termotivasi untuk terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata, memperkuat perekonomian warga, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Melalui keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan, program ini diharapkan, tidak hanya menghasilkan kawasan permukiman yang nyaman, tetapi juga mendorong tumbuhnya kemandirian dan kualitas hidup masyarakat di Kota Palangka Raya.(MC Kota Palangka Raya/Gusti/Eyv)