SLEMAN, InfoPublik - Perpustakaan Desa Ambarketawang di Kapanewon Gamping, Sleman, terus berinovasi menggenjot minat baca anak melalui penyediaan ruang literasi yang inklusif dan menyenangkan.
Penataan interior ruangan dengan karpet warna-warni dan ornamen hasil karya anak tersebut telah dieksekusi sejak April 2026 guna mendekatkan generasi muda dengan dunia perbukuan.
Guna mengoptimalkan budaya literasi, pengelola menyediakan koleksi bacaan yang komprehensif serta meluncurkan program edukasi rutin seperti sanggar bercerita, membaca, menggambar, hingga klub bahasa Inggris.
Rangkaian kegiatan interaktif tersebut sengaja dijadwalkan pada sore hari agar tidak berbenturan dengan rutinitas sekolah formal para peserta.
Keberhasilan penanaman budaya literasi ini menuntut kolaborasi yang kuat antara fasilitator perpustakaan dan pengawasan dari lingkungan keluarga.
"Perlu kerja sama dengan orang tua, di sini belajar, sebaiknya di rumah juga belajar bersama orang tua, misalnya membaca atau dibacakan dongeng," tegas Pengelola Perpustakaan Desa Ambarketawang, Rika.
Program sanggar membaca ini membatasi kuota peserta sebanyak 12 anak yang akan didampingi secara intensif oleh tiga orang relawan terlatih.
Pembatasan rasio peserta dan pendamping ini diterapkan secara ketat agar setiap proses pembelajaran baca tulis anak dapat dievaluasi secara maksimal tanpa hambatan.
Deretan inovasi kreatif ini merupakan wujud nyata implementasi Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) di tingkat perdesaan.
Transformasi tersebut diyakini sanggup mengubah stigma perpustakaan dari sekadar tempat menyimpan buku menjadi pusat ruang karya dan interaksi sosial masyarakat. (MC Kab. Sleman/KIM Pararta Guna Gamping/Ony)