Padang, Infopublik – Deteksi dini risiko kehamilan menjadi salah satu fokus peningkatan kompetensi tenaga medis dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan 2026 yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Padang. Melalui lokakarya tata laksana ultrasonografi (USG), dokter diharapkan semakin mampu mendukung skrining awal ibu hamil sehingga potensi komplikasi dapat dikenali lebih dini.
Kegiatan yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di ZHM Premiere Hotel Padang ini juga membahas keselamatan pasien, pelindungan tenaga kesehatan, serta aspek hukum dan komunikasi dalam praktik kedokteran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati mengapresiasi penyelenggaraan pertemuan ilmiah tersebut. Menurut dia, peningkatan kompetensi dokter menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
Ia berharap kegiatan ilmiah seperti ini tidak hanya memperbarui pengetahuan dokter, tetapi juga mendorong penerapan standar pelayanan yang lebih baik di fasilitas kesehatan.
Salah satu agenda utama pada hari kedua ialah lokakarya tata laksana USG. Keterampilan ini dinilai penting untuk mendukung pemeriksaan awal ibu hamil, terutama dalam mengenali kondisi yang memerlukan pemeriksaan lanjutan atau penanganan lebih intensif.
Srikurnia berharap penguatan kemampuan tenaga medis dalam pemeriksaan kehamilan dapat membantu mendeteksi risiko secara lebih dini. Dengan demikian, ibu hamil yang membutuhkan penanganan khusus dapat diarahkan ke layanan yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan dan indikasi medis.
Deteksi dini merupakan salah satu bagian dari upaya menekan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Namun, manfaatnya perlu ditopang oleh pemeriksaan antenatal yang menyeluruh, tenaga kesehatan terlatih, serta sistem rujukan yang berjalan efektif. Pemerintah Kota Padang mendukung kegiatan peningkatan kapasitas tenaga medis yang dapat memberikan dampak langsung terhadap mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain keterampilan klinis, pertemuan ilmiah ini menyoroti pentingnya keselamatan pasien dan pelindungan tenaga kesehatan. Kedua aspek tersebut berkaitan erat dengan kualitas pelayanan, mulai dari ketepatan tindakan medis hingga komunikasi yang jelas antara dokter dan pasien.
Ketua IDI Cabang Kota Padang Muhammad Riendra mengatakan, pertemuan ilmiah tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi individu dokter sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mengutamakan kepentingan pasien.
Menurut dia, dokter perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai pelindungan hukum dalam praktik kedokteran. Kemampuan berkomunikasi secara efektif juga diperlukan agar pasien memahami kondisi kesehatan, pilihan penanganan, serta risiko tindakan medis yang akan dijalani. Penguatan kompetensi, kata dia, perlu berjalan seiring dengan sikap profesional dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
Pertemuan Ilmiah Tahunan 2026 ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Ketua IDI Cabang Kota Padang Muhammad Riendra, serta pengurus dan anggota IDI setempat.
Melalui kegiatan ilmiah dan pelatihan berkelanjutan, IDI Cabang Kota Padang diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas praktik kedokteran. Pada akhirnya, penguatan kemampuan klinis, keselamatan pasien, dan komunikasi yang baik perlu bermuara pada pelayanan kesehatan yang lebih aman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
(Vq)
~ 📤 by Ju