Padang, Infopublik – Pencegahan penyalahgunaan narkotika membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga tokoh adat dan tokoh agama. Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemerintah Kota Padang menjajaki kolaborasi dengan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Sumatera Barat melalui edukasi kepada pelajar dan mahasiswa, penguatan pengawasan masyarakat, serta rencana pembentukan satuan tugas pencegahan narkoba.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat menerima audiensi Ketua LAN Sumatra Barat Firman Sikumbang di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Padang, Balai Kota Aie Pacah, Jumat (30/10/2026). Pertemuan tersebut turut membahas langkah pencegahan dan penanganan narkotika secara berkelanjutan.
Maigus menegaskan, persoalan peredaran gelap narkotika di Kota Padang masih menjadi perhatian serius. Karena itu, upaya penanganannya perlu dilakukan secara terkoordinasi dan tidak hanya mengandalkan pemerintah atau aparat penegak hukum.
Menurut dia, edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk membentengi generasi muda dari risiko penyalahgunaan narkotika. Pelajar dan mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba, sementara keluarga dan lingkungan masyarakat berperan dalam membangun pengawasan serta kepedulian bersama.
“Pencegahan perlu dimulai dari lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Seluruh elemen harus bergerak bersama agar upaya ini dapat berjalan berkelanjutan,” demikian inti pesan Maigus dalam pertemuan tersebut.
Pemkot Padang mendorong keterlibatan Niniak Mamak, Bundo Kanduang, alim ulama, pemuda, serta orang tua dalam memperkuat pencegahan narkotika. Tokoh-tokoh masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman, membangun kepedulian, dan mengawasi lingkungan masing-masing.
Salah satu langkah yang dibahas ialah pembentukan satuan tugas pencegahan narkoba. Satgas tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarelemen masyarakat sekaligus mendukung kegiatan edukasi dan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika.
Selain pencegahan, Pemkot Padang juga menyoroti perlunya penanganan bagi warga yang telah mengalami ketergantungan atau menyalahgunakan narkotika, termasuk kesiapan fasilitas rehabilitasi. Dengan demikian, upaya penanggulangan tidak hanya berfokus pada pemberantasan peredaran gelap, tetapi juga pada pemulihan dan pendampingan bagi penyalahguna.
Maigus menyatakan, pemerintah kota siap bersinergi dengan LAN Sumatera Barat untuk menyusun langkah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat kesinambungan program pencegahan.
Ketua LAN Sumatra Barat Firman Sikumbang mengapresiasi keterbukaan Pemkot Padang dalam memperkuat kerja sama. Ia menjelaskan, organisasinya selama ini menjalankan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika melalui sejumlah program, antara lain LAN Go to School, LAN Go to Campus, dan LAN Go to Nagari.
Program tersebut menyasar lingkungan pendidikan dan masyarakat untuk meningkatkan pemahaman tentang bahaya narkotika serta mempersempit peluang masuknya narkoba ke sekolah, kampus, dan lingkungan permukiman. LAN Sumatra Barat juga mendorong keterlibatan tokoh adat, Bundo Kanduang, dan tokoh masyarakat agar pesan pencegahan dapat diterima lebih luas serta menjadi bagian dari kepedulian bersama.
Firman berharap, kolaborasi dengan Pemkot Padang dapat diperkuat sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Menurut dia, penanganan kejahatan narkotika membutuhkan keseriusan, koordinasi, dan keterlibatan berkelanjutan dari seluruh pihak.
Audiensi tersebut dihadiri pula Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Padang Syahendri Barkah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Srikurnia Yati, Kabag Kerja Sama Setda Kota Padang Otto Sarbi, MT Damanik, serta perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang.
Ke depan, efektivitas kolaborasi ini akan bergantung pada tindak lanjut yang konkret, mulai dari pelaksanaan edukasi di sekolah dan kampus, pelibatan masyarakat hingga tingkat kelurahan, sampai penguatan akses rehabilitasi. Langkah yang terkoordinasi diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih tangguh terhadap ancaman narkotika dan melindungi generasi muda di Kota Padang.
(Mul)
~ 📤 by Ju