Kanigaran, InfoPublik — Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo mengajak masyarakat membagikan aksi ramah lingkungan dalam kampanye We Love Cities 2026 yang berlangsung pada 31 Oktober–30 November 2026. Kegiatan seperti memilah sampah, menghemat energi, bersepeda, dan menanam pohon dapat didokumentasikan untuk memperkenalkan upaya pembangunan berkelanjutan di kota tersebut.
Ajakan itu disampaikan Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, dalam sosialisasi kampanye di Command Center Kantor Wali Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur, Rabu (28/10/2026).
“Kita berharap seluruh komponen masyarakat di Kota Probolinggo bisa mengambil peran aktif. Ini merupakan kampanye tentang lingkungan, bagaimana masyarakat dilibatkan dalam rangka memelihara lingkungan hidup kita,” ujarnya.
Menurut Aminuddin, kampanye yang diinisiasi World Wide Fund for Nature (WWF) tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan kota.
Ia menyampaikan bahwa Kota Probolinggo pernah meraih predikat Global Winner pada 2022. Pada 2026, Probolinggo menempati peringkat kedua nasional dalam One Planet City Challenge (OPCC), setelah DKI Jakarta, sementara Kota Balikpapan berada di peringkat ketiga.
Capaian itu mengantarkan Probolinggo bersama Balikpapan mewakili Indonesia dalam We Love Cities 2026 yang, menurut paparan dalam sosialisasi, diikuti 29 kota dari 18 negara.
Aminuddin meminta aparatur sipil negara (ASN) menjadi penggerak kampanye dengan melibatkan sekolah, pondok pesantren, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas, serta warga di tingkat RT dan RW.
“Mulai tanggal 31 Oktober nanti, kita harus bergerak bersama. Saya berharap media sosial di Kota Probolinggo dipenuhi konten-konten positif tentang lingkungan dan berbagai upaya pembangunan berkelanjutan yang telah kita lakukan,” tegasnya.
Materi kampanye dapat mengangkat pengelolaan sampah, penghijauan, pengembangan bank sampah di setiap RW, serta pengolahan sampah melalui fasilitas refuse-derived fuel (RDF). Ia juga mendorong penanaman dan pemeliharaan pohon mangga di rumah maupun tempat kerja sebagai bagian dari penguatan identitas Probolinggo.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo, menekankan pentingnya kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari sebagai dasar partisipasi kampanye.
“Mulai dari menghemat energi, bersepeda, memilah sampah, hingga menerapkan pola hidup ramah lingkungan. Kegiatan tersebut bisa didokumentasikan dalam bentuk foto atau video untuk dibagikan selama masa kampanye,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Kota Probolinggo, Rochana Lutfiah, memaparkan lima tema kampanye, yakni transportasi ramah lingkungan, penghematan energi dan air serta perlindungan alam, bangunan hijau, kebersihan dan pengelolaan sampah, serta pangan sehat dan berkelanjutan.
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan mengunggah foto atau video kegiatan, menyampaikan saran pembangunan melalui kanal resmi We Love Cities, serta memberikan tanda suka, komentar, dan membagikan unggahan pertama kampanye pada akun resmi Pemkot Probolinggo yang terdaftar.
Kampanye menggunakan Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube. Bapperida bersama perangkat daerah terkait akan menyosialisasikan mekanisme partisipasi dan menyiapkan materi publikasi.
Informasi kampanye juga akan diteruskan melalui perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, satuan pendidikan, mitra kerja, serta kelompok masyarakat. Kementerian Agama diharapkan turut menjangkau pondok pesantren dan satuan pendidikan di bawah kewenangannya.
(es/pin)