Pinrang, InfoPublik -- Pemerintah Kabupaten Pinrang secara aktif mengimplementasikan upaya penanggulangan ancaman abrasi, dengan menerapkan solusi berkelanjutan yang berorientasi pada pencegahan bencana.
Langkah strategis yang diambil berfokus pada rehabilitasi mangrove untuk mengembalikan fungsi ekosistem pesisir sebagai pelindung alami dari hempasan ombak.
Sebagai wujud komitmen nyata, Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang menggelar aksi penanaman mangrove di sepanjang pesisir Pantai Kecamatan Suppa.
Pada tahap awal kegiatan yang dilaksanakan Senin (5/1) tersebut, sebanyak 1.000 bibit mangrove telah ditanam dari total rencana 4.000 bibit yang akan diselesaikan secara bertahap.
Inisiatif itu merupakan hasil sinergi yang solid antara Pemerintah Kabupaten Pinrang, World Wide Fund for Nature (WWF), Penyuluh Perikanan, serta Pemerintah Desa dan Kecamatan Suppa.
Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Pinrang, Muhammad Yusuf, menegaskan gerakan tanam mangrove itu merupakan aksi konkret dalam mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir.
Ia menjelaskan, mangrove dinilai efektif sebagai barrier alami yang mampu meredam gelombang laut dan menjaga keseimbangan ekologi.
Lebih dari itu, kehadiran mangrove juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, karena menjadi habitat alami bagi berbagai biota laut bernilai ekonomis, seperti ikan dan kepiting, yang menjadi sumber mata pencaharian nelayan.
Tujuannya tidak hanya melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat pesisir di masa depan.