Banda Aceh, InfoPublik – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan kurikulum dan modul Banda Aceh Academy (BAA) harus disusun berdasarkan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan sesuai tuntutan lapangan.
Hal tersebut disampaikan Illiza saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Review dan Pendalaman Kurikulum serta Modul Banda Aceh Academy di Balai Keurukoen, Minggu (25/10/2026).
“Banda Aceh Academy ini merupakan terobosan kita untuk mewujudkan visi dan misi wali kota dan wakil wali kota, maka ini harus menuntut keseriusan dari kita bersama,” ucap Illiza.
Menurut Illiza, penyusunan kurikulum BAA tidak cukup hanya mengandalkan pandangan internal penyelenggara. Kurikulum perlu mempertimbangkan kebutuhan industri agar program pelatihan relevan dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, akademisi, komunitas, dan sektor perbankan untuk memperkuat pelaksanaan program tersebut.
Illiza mendorong Banda Aceh Academy tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem lapangan kerja di Kota Banda Aceh. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha.
Selain itu, perubahan kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan zaman menuntut sumber daya manusia untuk terus beradaptasi. Karena itu, kurikulum dan modul BAA perlu dirancang secara relevan dan fleksibel agar mampu menjawab tantangan dunia kerja pada masa mendatang.
Melalui FGD tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap peninjauan dan pendalaman kurikulum menghasilkan program pelatihan yang lebih terarah, sesuai kebutuhan pasar kerja, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan. (Zie)