SLEMAN, InfoPublik - Kelompok Kerja IV TP PKK Kalurahan Condongcatur mulai membedah rapor kinerja pelayanan dari 40 Posyandu, Rabu (21/10/2026).
Penilaian ini dieksekusi guna memastikan setiap fasilitas kesehatan tingkat desa sanggup mengakomodasi kebutuhan layanan bagi seluruh siklus hidup masyarakat.
Ketua Kelompok Kerja IV TP PKK Kalurahan Condongcatur, Tintrim Tri Pamungkas, menyoroti urgensi pembinaan berkelanjutan bagi para kader pelayan masyarakat.
Evaluasi ini menjadi tolok ukur kesiapan fasilitas desa dalam melayani ibu hamil, balita, remaja, kelompok dewasa, hingga kalangan lanjut usia.
Berdasarkan tinjauan dari perwakilan Puskesmas Depok II, Pramija Ujiana, sebuah Posyandu baru dapat dikategorikan aktif apabila digerakkan oleh minimal lima kader pendamping.
Fasilitas publik tersebut juga diwajibkan untuk membuka layanan operasional sekurang-kurangnya delapan kali dalam kurun waktu satu tahun kalender.
Hasil pemantauan lapangan menunjukkan masih adanya sejumlah Posyandu yang berisiko gagal memenuhi standar minimal kesehatan tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kalurahan Condongcatur melalui wakilnya, Apri Nugroho, merancang skema pendampingan teknis secara lebih intensif dan terarah.
Untuk memacu daya juang para relawan kesehatan, pemerintah kalurahan turut menggulirkan sosialisasi Lomba Kader Berprestasi Bidang Kesehatan Tahun 2027.
Kompetisi daerah ini dirancang khusus untuk memotivasi para agen kesehatan desa agar terus memunculkan inovasi pelayanan publik.
Intervensi terpadu dari pemerintah tingkat kalurahan ini diproyeksikan mampu menjamin kelayakan standar fasilitas medis di akar rumput.
Pengabdian kolektif para kader diharapkan sanggup membentengi derajat kesehatan warga secara mandiri dan berkesinambungan. (MC Kab. Sleman/Tri Suhartati)