Gresik, InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Gresik mengajak orang tua aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai dan mengakses internet untuk mencegah risiko perundungan siber, penyalahgunaan data pribadi, hingga kekerasan berbasis digital.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, perlindungan anak di ruang digital tidak cukup dilakukan dengan membatasi atau melarang penggunaan gawai. Orang tua juga perlu membangun komunikasi terbuka agar anak memahami cara menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
“Kita tidak cukup hanya melarang anak menggunakan gawai. Kita perlu hadir untuk mendampingi, mendengarkan, memberikan pemahaman, dan membantu mereka mengenali mana yang aman dan mana yang berbahaya,” ujarnya dalam kegiatan Deklarasi dan Edukasi Publik Serentak Pelindungan Anak di Ruang Digital di Kantor Bupati Gresik, Kamis (22/10/2026).
Menurut Asluchul, teknologi memberikan peluang bagi anak untuk belajar, berkreasi, dan berinteraksi. Namun, tanpa pendampingan yang memadai, aktivitas digital juga dapat meningkatkan risiko paparan konten negatif dan berbagai bentuk kekerasan di internet.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik Titik Ernawati menyampaikan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mencatat 15 kasus kekerasan berbasis gender online (KBGO) pada 2025. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Oktober 2026, tercatat empat penerima manfaat dalam kasus kekerasan di ruang digital.
Data tersebut menjadi pengingat pentingnya meningkatkan pemahaman anak, orang tua, dan masyarakat tentang keamanan digital. Keluarga berperan penting melalui pendampingan, pengaturan penggunaan gawai sesuai usia, serta komunikasi terbuka agar anak merasa nyaman menceritakan pengalaman atau masalah yang dihadapi saat beraktivitas di internet.
Psikolog Chandrania Fastari menjelaskan, penggunaan platform digital juga berpotensi memicu ketergantungan terhadap stimulasi digital. Karena itu, orang tua perlu membangun ikatan emosional yang kuat agar anak mendapat dukungan dalam mengelola emosi dan menghadapi situasi yang tidak nyaman.
Menurut Chandrania, orang tua perlu memberi kesempatan kepada anak untuk belajar mengendalikan diri, sekaligus tetap hadir dalam proses pengasuhan.
“Tugas utama orang tua bukanlah mencegah rasa tidak nyaman pada anak, melainkan hadir untuk mendampingi mereka menghadapinya, serta melatih diri agar tidak buru-buru mengembalikan gawai hanya demi ketenangan sesaat,” katanya.
Sementara itu, dosen Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Grandys Frieska menekankan pentingnya mengenali ancaman di internet dan melindungi data pribadi anak.
Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan orang tua adalah memeriksa informasi dalam foto anak sebelum mengunggahnya ke media sosial. Nama sekolah, identitas, dan lokasi merupakan informasi yang perlu diperhatikan karena berpotensi mengungkap data pribadi anak jika dibagikan secara terbuka.
Perlindungan anak di ruang digital membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, masyarakat, dan penyedia platform digital. Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar anak mampu memanfaatkan teknologi sekaligus mengenali risiko dan mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi ancaman di internet.
Kegiatan edukasi publik tersebut merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang dilaksanakan serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur untuk mendukung PP TUNAS dalam mewujudkan ekosistem digital yang ramah, aman, dan memberdayakan anak.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Gresik mendorong penguatan peran keluarga dan lingkungan pendidikan dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak. Masyarakat yang membutuhkan penanganan segera dalam kondisi darurat di wilayah Kabupaten Gresik dapat menghubungi layanan darurat 112.
Pemerintah berharap kegiatan tersebut memperkuat kesadaran bersama dan mendorong perubahan pola pengasuhan. Orang tua diharapkan tidak hanya membatasi penggunaan gawai, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu anak tumbuh, belajar, dan berinteraksi secara aman di ruang digital.