Batang, InfoPublik - Kenangan atas ganasnya bencana yang memutus Jembatan Kalibelo pada Desember 2024 lalu perlahan mengabur, berganti dengan senyum lega warga Kecamatan Tersono. Jembatan vital yang sempat lumpuh itu kini berdiri kokoh kembali, siap menghubungkan lagi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
Secara simbolis, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meresmikan langsung selesainya pembangunan Jembatan Kalibelo bersama jajaran Pemkab dan DPRD Kabupaten Batang. Peresmian ini bukan sekadar perayaan atas selesainya proyek fisik, melainkan simbol bangkitnya mobilitas warga yang sempat terhambat.
Bagi warga sekitar, jembatan ini menyimpan peran yang sangat sentral. Dari sinilah anak-anak menyeberang untuk menuntut ilmu, para orang tua melintasi jalan demi menjemput rezeki, hingga menjadi sarana silaturahmi antarwarga.
“Harapannya, jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Bisa memperlancar konektivitas, memudahkan anak-anak berangkat sekolah, orang tua mencari rezeki, hingga kegiatan pengajian ibu-ibu dan bapak-bapak,” katanya saat ditemui di Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, Kamis (22/10/2026).
Pembangunan kembali jembatan ini menguras anggaran sebesar Rp8,9 miliar dari hasil kesepakatan Pemkab dan DPRD Batang sejak awal 2025. Dengan spesifikasi teknis yang dirancang matang, jembatan ini diproyeksikan mampu bertahan hingga satu abad mendatang, selama dirawat dan difungsikan dengan bijak.
“Peresmian Jembatan Kalibelo Tersono menjadi salah satu dari rangkaian perbaikan infrastruktur jembatan di beberapa titik strategis Batang, diantaranya: Jembatan Kalibelo wilayah Warungasem senilai Rp1 miliar, jembatan di Sigayam sebesar Rp1,1 miliar, serta Jembatan Kalianyar senilai Rp4,2 miliar yang ditargetkan rampung pada awal bulan depan. Secara keseluruhan, keempat jembatan tersebut menyerap dana senilai Rp15,2 miliar,” jelasnya.
Faiz juga mengungkapkan, bahwa total komitmen anggaran penanganan jalan, jembatan, dan fasilitas umum di Kabupaten Batang tahun ini hampir menyentuh angka Rp100 miliar sebuah angka fantastis di tengah ketatnya efisiensi anggaran daerah.
“Bersama DPRD, kita menyepakati anggaran infrastruktur yang hampir mencapai Rp100 miliar. Ini merupakan salah satu yang terbanyak dalam beberapa tahun terakhir, di tengah kondisi efisiensi yang luar biasa,” ungkapnya.
Langkah ini membuktikan bahwa keterbatasan keuangan daerah tak mengendurkan niat pemerintah untuk mendahulukan kebutuhan mendasar warga. Laju pembangunan di Kabupaten Batang kian masif berkati suntikan dana dari pemerintah pusat. Tak tanggung-tanggung, penanganan jalur Pantura mendapatkan alokasi hingga mendekati Rp250 miliar, perbaikan sarana irigasi pertanian menyerap Rp44 miliar, dan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) disokong dana Rp90 miliar.
“Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), kucuran dana berkisar Rp19 miliar hingga Rp22 miliar juga disiapkan untuk pembenahan akses jalan ke arah Wonotunggal dan sekitarnya. Dukungan tersebut belum termasuk program pembangunan sekolah rakyat dan sarana publik lainnya,” terangnya.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Batang, Suudi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan menghadirkan jembatan dan infrastruktur baru ini lahir dari perjuangan gigih serta sinergi yang kuat antara daerah dan pusat.
“Syukur, jembatan ini sudah terwujud. Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Batang, di samping melalui APBD, sepertii tadi disampaikan oleh Pak Bupati, kita dapat dari APBN. Ini patut kita syukuri atas perjuangan beliau, Bapak Bupati,” ujar dia.
Sebagai wakil rakyat, Suudi menegaskan kesiapan legislatif untuk terus mengawal dan mendukung langkah eksekutif yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat luas.
“Tentu kita selalu support apa yang menjadi kebijakan Bapak Bupati untuk dijadikan kebijakan kita bersama. Terpenting itu untuk kesejahteraan masyarakat kita,” tandasnya.
Kini, hadirnya Jembatan Kalibelo bukan sekadar menyambung dua sisi daratan yang terpisah bencana, melainkan juga menyambung asa dan roda perekonomian warga Batang menuju masa depan yang lebih gemilang. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)