Jakarta, InfoPublik - Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo melaksanakan studi komparasi di terminal tipe B Senen di Provinsi DKI Jakarta, Rabu (21/10/2026).
“Kunjungan studi komparasi ini dilatarbelakangi oleh beberapa urgensi dan tantangan strategis yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sagita Wartabone.
Sagita menjelaskan, penyelenggaraan terminal di Provinsi Gorontalo baru berjalan sekitar 2 bulan, sehingga membutuhkan rujukan lapangan (best practices) terhadap tata kelola terminal yang lebih mapan.
“Dinas Perhubungan perlu merumuskan solusi atas berbagai tantangan sektor angkutan darat, seperti rendahnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum reguler seperti KDP dan AKDP,” ujar Sagita.
Selain itu, transportasi umum daerah saat ini menghadapi persaingan ketat dengan Angkutan Sewa Khusus (ASK) atau taksi gelap (sigla) yang dipilih masyarakat karena kepraktisannya
Dinas Perhubungan baru saja merampungkan survei trayek untuk menata ulang rute angkutan agar lebih realistis bagi operasional pengemudi di lapangan.
Dalam pertemaun dengan Kasatpel Terminal Tipe B Senen, Bona Togar Siregar, Sagita Wartabone memaparkan kondisi objektif transportasi di Gorontalo. Sagita menjelaskan bahwa meskipun penyelenggaraan terminal di Gorontalo baru berjalan 2 bulan, komitmen pemerintah daerah sangat tinggi dalam menghadirkan tata kelola yang profesional.
Dalam sesi ini juga dibahas perbandingan karakteristik wilayah, DKI Jakarta mengelola angkutan perkotaan besar dengan cakupan luas dan sistem terintegrasi (seperti Jaklingko), sementara Gorontalo berfokus pada penguatan Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dengan karakteristik wilayah yang spesifik.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan rombongan meninjau fasilitas fisik terminal, mengamati alur naik-turun penumpang, mengevaluasi sistem sirkulasi kendaraan, serta mempelajari standar operasional prosedur (SOP) pengawasan keselamatan yang diterapkan di Terminal Senen.
Para peserta studi komparasi ini memperoleh rujukan nyata mengenai tata kelola operasional dan fasilitas di terminal tipe B Senen yang memiliki standar pelayanan berkualitas tinggi, tertata, dan menyerupai Terminal Tipe A.
“Kami juga mendapatkan masukan, referensi manajerial, serta model penanganan teknis yang aplikatif untuk memperkuat operasional terminal-terminal di Provinsi Gorontalo yang baru dioptimalkan dalam kurun waktu satu tahun terakhir,” ujar Sagita.
Selain itu Dinas Perhubungan memperoleh perspektif dan perbandingan penanganan dalam menghadapi tantangan angkutan tidak resmi hal ini memperkuat langkah strategis Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo dalam mengimplementasikan hasil evaluasi survei trayek guna memastikan keberlangsungan ekonomi para pengemudi angkutan umum serta meningkatkan minat masyarakat kembali menggunakan transportasi publik yang aman dan terstandarisasi.
Selain Sagita, peserta studi itu adalah Kepala Bidang Angkutan Jalan, Jabfung Analis Kebijakan Ahli Muda, Koorsatpel Terminal Terminal Tipe B Limboto. (mcgoorntaloprov/rini)