Demak, InfoPublik – Sebanyak 5.444 anak di Kabupaten Demak masuk dalam kelompok berisiko zero dose atau belum mendapatkan dosis pertama imunisasi DPT-HB-Hib. Untuk menjangkau anak-anak tersebut, Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak memperkuat percepatan imunisasi melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) Nasional selama Oktober 2026.
Berdasarkan laporan imunisasi rutin per 6 September 2026, ribuan anak tersebut belum mendapatkan dosis pertama DPT-HB-Hib atau imunisasi hexa1. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi dan melindungi kesehatan anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Kabupaten Demak, Heri Winarno, menyampaikan, hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Imunisasi Kejar di Command Center Dinkesda Demak, Senin (19/10/2026).
Menurut Heri, minat masyarakat terhadap imunisasi cenderung menurun. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi oleh miskomunikasi dan beredarnya informasi yang keliru mengenai imunisasi, khususnya di kalangan orang tua.
Sebagian orang tua masih mengkhawatirkan dampak yang mungkin timbul setelah anak menerima imunisasi. Karena itu, edukasi dan penyampaian informasi yang benar perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami manfaat imunisasi dalam melindungi anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi.
Bulan Imunisasi Kejar merupakan upaya percepatan untuk memperluas pelaksanaan program Sepekan Mengejar Imunisasi (PENARI) menjadi satu bulan penuh. Program ini dilaksanakan sepanjang Oktober 2026 melalui puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, serta pos imunisasi yang telah ditentukan.
Sasaran program meliputi bayi berusia 0–11 bulan dan anak bawah dua tahun (baduta) berusia 12–23 bulan yang belum mendapatkan imunisasi atau belum melengkapi dosis sesuai usianya. Pemberian imunisasi disesuaikan dengan riwayat imunisasi dan ketentuan pemberian vaksin berdasarkan usia anak.
“Salah satu upaya yang diprioritaskan adalah mengejar pemberian dosis pertama DPT-HB-Hib atau hexa1 bagi anak yang belum mendapatkannya. Selain itu, petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan status imunisasi untuk mengidentifikasi anak yang masih membutuhkan dosis lanjutan,” katanya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Dinkesda Demak mendorong, pendataan dan pemetaan sasaran, pemeriksaan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta pelacakan anak yang belum mendapatkan imunisasi. Kader kesehatan juga dilibatkan untuk membantu menjangkau anak-anak yang belum terlayani melalui program imunisasi rutin.
Koordinasi lintas sektor turut diperkuat dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pihak terkait lainnya. Pelayanan tambahan dan pembukaan pos imunisasi juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan untuk memperluas jangkauan sasaran.
Melalui upaya tersebut, Dinkesda Demak berharap semakin banyak anak mendapatkan imunisasi sesuai usia dan status imunisasinya sehingga perlindungan kesehatan anak dapat ditingkatkan.(Red-KMF/apj/eyv)