Kota Gorontalo, InfoPublik - Akademisi Universitas Hasanuddin Makassar,Rohani Ambo Rappe, mengatakan pemetaan dan potensi pengelolaan ekosistem karbon biru di Perairan Kwandang memberikan gambaran mengenai sebaran, kondisi, dan potensi ekosistem karbon biru, termasuk padang lamun, mangrove, dan ekosistem pesisir terkait.
“Pendekatan pemetaan, potensi simpanan karbon, kebutuhan integrasi data spasial, penentuan kawasan prioritas perlindungan, serta peluang pengembangan dan pembiayaan konservasi,” kata Rohani Rappe pada pada Kick Off Meeting dan Diskusi kelompok terpumpun RZ KSNT Karbon Biru Perairan Kwandang dan sekitarnya, Senin (19/10/2026).
Menurutnya data ilmiah tersebut menjadi salah satu dasar penting untuk menentukan arah pengelolaan kawasan secara terpadu.
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Gorontalo dalam memperkuat perlindungan karbon biru melalui penyusunan rencana zonasi perairan Kwandang.
Kegiatan ini merupaka hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Dalam memperkuat komitmen pengelolaan wilayah pesisir dan laut secara berkelanjutan.
Pertemuan ini dilaksanakan untuk menyusun dokumen rencana zonasi kawasan strategis nasional tertentu (RZ KSNT) karbon biru perairan Kwandang dan sekitarnya.
Dalam agenda pemaparan dan diskusi, kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas aspek ilmiah, ekologis, kebijakan daerah, dan penataan ruang laut sebagai dasar penyusunan dokumen RZ KSNT Karbon Biru. (mcgorontaloprov/yanto)