Batang, InfoPublik - Dinas Kesehatan Batang mengoptimalkan imunisasi kepada para balita yang berdasarkan pantauan petugas kesehatan belum mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan yang sama sekali belum diimunisasi. Sebagai aksi nyata, Kepala Dinas Kesehatan Ida Susilaksmi bersama bidan desa melakukan jemput bola pelayanan imunisasi, agar target dan tujuan tercapainya daya tahan balita yang baik terwujud.
“Berdasarkan data dari Dinkes, capaian jumlah bayi yang telah mendapat Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) sebesar 80 persen dan Imunisasi Baduta (Bawah Dua Tahun) Lengkap sebesar 73 persen. Karena targetnya itu 100 persen, maka selama Oktober ini kami mengoptimalkan program Imunisasi Kejar,” katanya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/10/2026).
Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan secara aktif terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti penyakit difteri, tetanus, TBC, campak dan lainnya.
“Target capaian sampai akhir 2026 dan akan dievaluasi oleh tim di akhir Oktober 2026 apakah imunisasi kejar memenuhi target atau belum,” ungkapnya.
Ia memastikan, apabila belum memenuhi target, Dinkes berencana melakukan program "PENARI" atau Sepekan Mengejar Imunisasi. Kegiatan tersebut juga akan digelar bersamaan dengan jelang puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional 2026 di bulan November nanti.
Program Imunisasi Kejar maupun PENARI menyasar bayi usia 0 - 11 bulan, baduta (bawah dua tahun) 12 - 24 bulan. Upaya yang saat ini terus diintensifkan dengan memberikan layanan jemput bola kepada bayi yang belum diimunisasi.
“Kemarin kami sempat mendampingi bidan desa Puskesmas Batang 2, untuk memberikan imunisasi kepada salah satu baduta yang belum diimunisasi,” jelasnya.
Ia mengapresiasi antusiasme ibu dan baduta yang merespons positif kedatangan petugas kesehatan untuk mengimunisasi. Badutanya kooperatif,tidak rewel, ibunya juga mempermudah, jadi tugas berjalan lancar.
Salah satunya ibu dan balita, Ranti dan Rayan yang mendapat kunjungan dari petugas kesehatan, menyambut baik selama proses imunisasi. Baginya kunjungan tersebut justru bermanfaat dan memudahkan akses balita memperoleh layanan imunisasi secara nyaman.
“Memang belum pernah diimunisasi, karena waktu mau diimunisasi bulanan, di Posyandu, anak saya malah tidur. Lha ini ada petugas yang jemput bola ya saya terima kasih, jadi nggak perlu pergi jauh-jauh, cukup di rumah sudah terlayani,” ujar dia.
Ia memandang penting imunisasi untuk diberikan kepada baduta mengingat banyak virus yang rawan menjangkiti.
“Kalau sudah diimunisasi kan lumayan tenang, memang kadang ada yang demam, tapi kemarin anak saya tidak demam, karena sudah diantisipasi dengan minum obat turun panas,” tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)