SLEMAN, InfoPublik - Sebanyak 15 mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan praktik kependidikan terpadu di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman guna memperkuat kompetensi literasi berbahasa Inggris peserta didik.
Program pengabdian masyarakat yang bergulir pada pertengahan Oktober 2026 ini mewajibkan delegasi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris tersebut terjun langsung ke jantung operasional madrasah.
Selama dua pekan penuh, belasan akademisi muda ini tidak sekadar mengambil alih kendali pengajaran tatap muka di ruang kelas, tetapi juga diinstruksikan mengurai beban manajerial sekolah.
Rentang penugasan mereka mencakup penataan arsip tata usaha, pengelolaan katalog perpustakaan, hingga pelayanan darurat pada Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Dosen pembimbing lapangan, Eka Indah Nuraini, memaparkan, skema praktik multi-sektor ini dirancang khusus untuk mencabut mahasiswi dari ruang teori kampus dan menghadapkan mereka pada realitas ekosistem pendidikan secara utuh.
Sumbangsih paling tajam dari program ini terwujud melalui intervensi ekstrakurikuler di lingkungan Asrama Putri MAN 4 Sleman.
Para praktikan secara konsisten mendampingi santri memecah kebuntuan komunikasi pasif melalui simulasi percakapan intensif.
Metode pengajaran difokuskan pada pembentukan keahlian berbicara di depan publik, di mana para siswi dilatih membawakan acara resmi sebagai pemandu acara menggunakan pengantar bahasa asing.
Pengasuh Asrama Putri, Dzulhaq Nurhadi, menilai transfer keahlian taktis ini sukses mendongkrak keberanian mental santri dalam merangkai diksi bahasa Inggris di ruang terbuka.
Hal senada diungkapkan Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, yang memandang interaksi harian tersebut sebagai katalisator motivasi.
Kehadiran mahasiswi universitas terbukti secara tidak langsung memantik ambisi peserta didik tingkat menengah untuk merancang target akademik ke jenjang pendidikan tinggi.
Proses pematangan calon tenaga pendidik yang diawasi secara melekat oleh koordinator akademik madrasah, Safitri Ida Kusumastuti, ini memastikan terciptanya proses transfer ilmu dua arah.
Mahasiswi sukses meraup jam terbang klinis manajerial, sementara pihak sekolah menikmati pembaruan metode pedagogi yang jauh lebih segar. (MC Kab. Sleman/KIM Sumber Biwara Moyudan/Edy)