SLEMAN, InfoPublik – Transformasi penyebaran informasi positif di tingkat akar rumput kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata.
Sepak terjang tersebut dibuktikan secara gamblang oleh Forum Komunikasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Sembada Kabupaten Sleman yang sukses mencetak sekitar 1.600 publikasi berita positif dalam kurun waktu satu tahun.
Capaian tingkat produktivitas tinggi ini dipaparkan langsung oleh Ketua Forum KIM Sembada Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo Amir, saat menghadiri agenda Silaturahim Forum Komunikasi KIM se-Daerah Istimewa Yogyakarta di Resto Rumah Kayu, Wonosari, Gunungkidul, Selasa (13/10/2026).
Di hadapan para pegiat literasi daerah, Adnan turut membeberkan bahwa legalitas kelembagaan komunitasnya terus dipacu melalui pendaftaran resmi di portal nasional KIM.ID.
Tak ingin hanya berpuas diri dengan kuantitas pemberitaan, KIM Sembada Sleman juga agresif melakukan lompatan adaptasi teknologi.
Merespons pusaran tren digital masa kini, forum ini menjalin kolaborasi strategis dengan akademisi dari Universitas Galuh, Ciamis.
Kerja sama ini secara khusus digagas untuk menggembleng para kreator konten dan pegiat KIM yang tersebar di 17 kapanewon agar siap mengadopsi teknologi generative artificial intelligence.
Adnan menekankan, pemanfaatan kecerdasan buatan ini tidak boleh dilakukan secara serampangan, melainkan wajib dibarengi dengan kepatuhan mutlak terhadap prinsip perlindungan privasi serta keamanan data publik dalam setiap tahapan produksi konten.
Konsistensi pergerakan literasi ini sejatinya dipupuk melalui iklim komunikasi kelembagaan yang sehat.
Adnan membeberkan, progres KIM Sleman tak lepas dari rutinitas rapat koordinasi bulanan yang difasilitasi secara intensif oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman.
Melalui pertemuan silaturahim tingkat provinsi ini, seluruh pegiat KIM diharapkan mampu saling menyerap inovasi pengalaman dan memperluas jejaring.
Lewat kerja sama yang terbangun, jaringan KIM tidak sekadar menjadi mitra birokrasi pemerintah, tetapi benar-benar menjelma menjadi garda terdepan pelindung warga dari gempuran misinformasi di era disrupsi digital. (MC Kab. Sleman / KIM Depok / Athiful)