SLEMAN, InfoPublik – Struktur demografi Kapanewon Depok, Sleman, secara resmi dikuasai penuh oleh kelompok usia produktif.
Merujuk pada Data Agregat Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sleman Semester I Tahun 2026, total populasi di wilayah ini menembus angka 128.361 jiwa.
Dari jumlah masif tersebut, generasi milenial pada rentang usia 25 hingga 44 tahun menduduki porsi terbesar, yakni mencapai 30,08 persen.
Menilik lebih dalam, komposisi gender di wilayah ini dipimpin oleh perempuan sebanyak 65.171 jiwa atau 50,77 persen, mengungguli laki-laki yang tercatat di angka 63.190 jiwa.
Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, menegaskan, eksplorasi data secara terperinci ini merupakan langkah taktis pemerintah daerah untuk merumuskan pelayanan publik berbasis presisi.
Membedah sebaran penduduknya, Kalurahan Condongcatur menempati urutan terpadat dengan 44.980 jiwa, disusul ketat oleh Caturtunggal dengan 44.746 jiwa, dan Maguwoharjo sebanyak 38.635 jiwa.
Benyamin memaparkan, usai membedah struktur demografi generasi yang juga diisi oleh Generasi X sebesar 21,89 persen dan Generasi Z di angka 17,07 persen, pihaknya akan segera menggali indikator krusial lainnya.
Eksplorasi lanjutan ini akan menyasar data tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, agama, hingga angka penyandang disabilitas guna membaca kebutuhan spesifik masyarakat Depok secara komprehensif.
Menyikapi besarnya volume kependudukan tersebut, Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menekankan urgensi tertib administrasi sebagai fondasi absolut perencanaan pembangunan daerah.
Demi mengimbangi tingginya mobilitas generasi milenial dan padatnya penduduk, Kapanewon Depok kini tidak sekadar mengandalkan loket reguler, melainkan aktif menerjunkan program Jemput Bola Administrasi Kependudukan (JEBOL TARGET).
Inovasi ini dihela sebagai strategi utama untuk mendekatkan akses pelayanan negara sekaligus memastikan seluruh data warga terdata mutakhir secara akurat. (MC Kab. Sleman / KIM Depok / Wasana)