SLEMAN, InfoPublik – Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, mengeksekusi program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dengan menyalurkan paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk melawan stunting atau tengkes.
Penyaluran logistik yang dipusatkan di Ruang Wacana Loka pada Senin (12/10/2026) ini menyasar 40 penerima manfaat prioritas, yang terdiri atas 30 anak di bawah usia dua tahun (baduta) serta 10 ibu hamil.
Mewakili kalurahan, Staf Kamituwa Nur Amalina Dwi Astuti menegaskan, penyaluran ini merupakan bentuk komitmen jangka panjang pemerintah desa untuk memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan hak gizi dasar yang memadai demi tumbuh kembang yang optimal.
Namun, penanggulangan gizi buruk tentu tidak akan tuntas hanya dengan pembagian logistik semata.
Koordinator KB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, membedah pentingnya edukasi bagi kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta.
Siti mengingatkan, pencegahan tengkes harus dikawal sangat ketat sejak masa kehamilan hingga seribu hari pertama kehidupan anak.
Para ibu didorong untuk terus mematuhi prinsip pedoman "Isi Piringku" yang memadukan asupan karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta sayur dan buah secara seimbang.
Melengkapi pemenuhan edukasi gizi tersebut, ia juga menyosialisasikan krusialnya perencanaan kehamilan terukur melalui pemanfaatan layanan Keluarga Berencana (KB).
Tantangan terbesar di dalam rumah tangga kerap kali bermuara pada kebosanan anak terhadap menu yang monoton.
Menjawab keluhan tersebut, Ketua DASHAT Condongcatur, Tatik Sukarsih, memantik kreativitas para ibu dalam mengolah bahan pangan bantuan.
Ia mencontohkan komoditas kacang hijau yang lazimnya hanya direbus, sejatinya dapat dimodifikasi menjadi hidangan lezat yang disukai anak, seperti sup, perkedel, hingga sempol.
Modifikasi visual dan rasa ini diyakini mampu meningkatkan nafsu makan baduta tanpa mengorbankan kualitas nutrisinya.
Kendati demikian, Tatik mengingatkan agar olahan sumber protein nabati tersebut tetap disandingkan dengan kelengkapan gizi hewani dan diolah menggunakan standar kebersihan yang tinggi.
Langkah edukatif dan aplikatif ini memanen apresiasi dari Ketua Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) Condongcatur, Novita Savitri, serta Ketua Pokja IV TP PKK, Tintrim Tri Pamungkas.
Keduanya sepakat bahwa pendampingan yang berkelanjutan adalah kunci utama agar manfaat bantuan tidak berhenti pada seremonial penyaluran saja, melainkan menjelma menjadi kebiasaan konsumsi harian di meja makan keluarga.
Geliat kerja sama lintas elemen di Condongcatur ini pada akhirnya menjadi wujud nyata dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, di mana percepatan penurunan tengkes mutlak membutuhkan eksekusi terintegrasi dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga kesadaran penuh dari unit terkecil keluarga. (MC Kab. Sleman / KIM Depok / Wasana)