Bireuen, InfoPublik – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat masyarakat bangkit setelah dilanda bencana banjir dan longsor.
Demikian pernyataan itu disampaikan Bupati Bireuen Mukhlis dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Bireuen Razuardi saat membuka rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen di Halaman Pendopo Bupati Bireuen, Sabtu (3/10/2026).
Mukhlis mengatakan, usia 27 tahun Kabupaten Bireuen bukan sekadar angka, melainkan momentum untuk bersyukur, mengevaluasi perjalanan pembangunan, sekaligus memperkuat tekad membawa daerah itu semakin maju dan sejahtera.
Peringatan HUT tahun ini berlangsung dalam suasana berbeda. Beberapa bulan sebelumnya, sejumlah wilayah di Bireuen terdampak bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor.
Bencana tersebut berdampak pada tempat tinggal dan mata pencaharian masyarakat, serta sektor pendidikan, kesehatan, dan sejumlah fasilitas umum, termasuk jalan dan jembatan.
“Karena itu, Hari Jadi Kabupaten Bireuen kali ini bukan sekadar peringatan, tetapi menjadi momentum untuk kita bersama menundukkan hati, bersyukur kepada Allah SWT, mendoakan saudara kita yang terdampak bencana dan memperkuat semangat untuk bangkit,” ujar Mukhlis dalam sambutannya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bireuen terus berupaya hadir dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana, mulai dari penanganan masa darurat, pendataan masyarakat terdampak, pemberian bantuan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Ketika masyarakat mengalami kesulitan, pemerintah harus hadir. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, pemerintah harus bekerja. Dan ketika Bireuen menghadapi tantangan, kita harus menghadapinya bersama-sama,” katanya.
Bireuen Bersalawat, Perkuat Persaudaraan
HUT ke-27 Kabupaten Bireuen mengusung tema “Bireuen Bersalawat”. Tema tersebut dimaknai sebagai komitmen membangun daerah tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan memperkuat ketakwaan, persaudaraan, kepedulian, dan akhlak masyarakat.
Mukhlis mengajak, seluruh elemen masyarakat menjaga persaudaraan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Bireuen.
“Jalan dan jembatan mungkin bisa rusak akibat bencana, tetapi jangan sampai jembatan persaudaraan kita ikut rusak,” ujarnya.
Ia mengatakan, masih banyak persoalan masyarakat pascabencana yang harus diselesaikan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga diperlukan kolaborasi antara DPRK, Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, dunia usaha, pemuda, mahasiswa, relawan, dan seluruh masyarakat Bireuen.
Pihaknya juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas Bireuen sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang, budaya, serta nilai-nilai keislaman yang kuat dan dikenal sebagai Kota Santri.
Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya merawat agama, budaya, adat, dan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi jati diri masyarakat Bireuen.
“Untuk generasi muda, jagalah jati diri di tengah perubahan zaman. Kemajuan teknologi harus kita manfaatkan untuk kemajuan daerah, tetapi adat dan budaya tetap kita pertahankan,"imbuhnya.
HUT Dorong Pemberdayaan dan Ekonomi Lokal
Di tengah berbagai tantangan, Pemerintah Kabupaten Bireuen terus mendorong pelayanan dan pembangunan di berbagai sektor, antara lain kesehatan, pendidikan, ekonomi, UMKM, infrastruktur, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Mukhlis menegaskan, pembangunan harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ketika UMKM tumbuh, ekonomi masyarakat tumbuh. Ketika pelayanan kesehatan semakin baik, kualitas hidup masyarakat meningkat. Dan ketika masyarakat bergerak bersama pemerintah, pembangunan Bireuen akan semakin kuat,” ujarnya.
Karena itu, rangkaian HUT ke-27 Kabupaten Bireuen diarahkan tidak hanya menjadi peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkarya sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Rangkaian kegiatan berlangsung mulai akhir September hingga 12 Oktober 2026. Kegiatan tersebut meliputi sepak bola Piala Bupati tingkat kecamatan, bola voli putri Piala Ketua TP PKK, lomba kreativitas merangkai sirih, lomba memasak nasi goreng ayah, lomba meurukon, permainan rakyat, lomba mewarnai dan melukis, tari tradisional, pameran literasi buku, talk show literasi, story telling, mendongeng, pameran UMKM dan kuliner kecamatan, Festival Kopi, lomba toet beude trieng, jalan santai, upacara HUT Bireuen, perayaan Maulid, serta Marawis, Hadrah, dan ceramah.
Bupati mengajak, masyarakat berpartisipasi sekaligus memberikan dukungan kepada UMKM, pelaku seni dan budaya, serta generasi muda.
“Mari, kita dukung UMKM Bireuen, kita lestarikan budaya, kita beri ruang kepada generasi muda untuk berkarya dan yang paling penting, mari kita jadikan momentum HUT ini sebagai momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan,” ajaknya.
Melalui tema “Bireuen Bershalawat”, Mukhlis berharap pembangunan daerah ke depan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat iman, akhlak, persaudaraan, dan kepedulian sosial.
“Dari bencana kita belajar, dari tantangan kita bangkit, dengan kebersamaan kita bergerak,”tambahnya.(Mc.Bireuen/eyv)