Sumenep, InfoPublik - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumenep menggelar Workshop Penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lembaga Pendidikan di Gedung KPRI Serba Usaha, Sumenep, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya BNN Kabupaten Sumenep memperkuat peran guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan serta mewujudkan Sekolah Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Plt Kepala BNN Kabupaten Sumenep melalui Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), Suyanto, mengatakan workshop P4GN di lingkungan pendidikan merupakan kegiatan pemberdayaan yang bertujuan membekali para penggiat P4GN dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pencegahan narkoba di sekolah.
“Workshop Penggiat P4GN di lingkungan pendidikan adalah kegiatan pemberdayaan oleh BNN Kabupaten Sumenep untuk membekali guru, kepala sekolah, dan staf agar mampu mewujudkan sekolah Bersih dari Narkoba (Bersinar),” kata Suyanto kepada Media Center.
Suyanto menjelaskan, workshop tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penggiat P4GN di institusi pendidikan, memperkuat strategi pencegahan sejak dini, serta mendorong integrasi pendidikan antinarkoba melalui mata pelajaran yang relevan di satuan pendidikan.
“Tujuan lainnya adalah merefresh kembali pengetahuan dasar adiksi dan bahaya narkotika, khususnya tren kasus penyalahgunaan terkini,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan lingkungan sekolah menjadi penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, mengingat sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk memberikan edukasi kepada generasi muda.
Tidak hanya memberikan materi mengenai P4GN dan bahaya narkoba, workshop tersebut juga membekali peserta dengan keterampilan komunikasi dan pembuatan konten kreatif.
Pelatihan Komunikasi Efektif (Public Speaking) menghadirkan mantan Kepala Dinas Kesehatan P2KB, Agus Mulyono, sebagai pemateri.
Sementara itu, untuk materi pembuatan konten kreatif, BNN Kabupaten Sumenep menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep yang diwakili Pranata Humas, Herman Wahyudi.
Herman menyampaikan materi bertajuk “Manajemen Konten Edukasi Kreatif sebagai Sarana Kampanye Antinarkoba” pada sesi siang setelah ishoma.
Herman mengatakan, keterlibatannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan perlindungan dan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. “Turut senang menjadi bagian dari pihak yang mencoba berikhtiar melindungi anak-anak kita, generasi muda dari bahaya narkoba,” katanya kepada Media Center.
Ia berharap para penggiat P4GN mampu memproduksi konten edukasi yang sesuai dengan tujuan kampanye antinarkoba sekaligus menarik dan mudah diterima oleh pelajar.
“Paling tidak kita sudah mengambil peran edukatif dalam hal bagaimana para penggiat P4GN memiliki kemampuan untuk memproduksi konten-konten yang sesuai dengan maksud dan tujuan kampanye antinarkoba. Dengan tetap memperhatikan aspek kreativitas sebagai sebuah konten yang bisa diterima oleh semua kalangan khususnya pelajar,” pungkasnya.
Melalui workshop tersebut, BNN Kabupaten Sumenep mendorong penguatan peran satuan pendidikan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, sekaligus membangun lingkungan sekolah yang aman dan bersih dari narkoba. (Yudi/Fer)