SLEMAN, InfoPublik – Suasana khidmat menyelimuti Masjid An-Najah saat ratusan peserta didik MAN 4 Sleman menyuarakan ikrar deklarasi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan kondusif pada Selasa (29/9/2026).
Dipandu oleh siswi kelas XI B, Rezyka Nur Safitri, deklarasi ini menjadi langkah nyata pihak sekolah dalam merespons Instruksi Bupati Sleman Nomor 400.2.4.1/0099/2026 tentang Pencegahan Kenakalan Remaja, Kekerasan, dan Paham Radikalisme.
Momen kebulatan tekad tersebut turut disaksikan langsung oleh jajaran guru, pegawai, serta mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Universitas Islam Indonesia (UII).
Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, yang mengawal langsung kegiatan ini menekankan, ikrar tersebut harus bertransformasi menjadi fondasi pembentukan kebiasaan positif setiap individu.
“Komitmen ini bukan sekadar ucapan dan tanda tangan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membuktikannya melalui sikap dan perilaku sehari-hari, dengan menjaga diri, menghormati guru dan orang tua, serta menghargai sesama,” tegas Ahmad Arif.
Ia memandang, pembentukan karakter siswa tidak hanya terjadi melalui buku teks di ruang kelas, tetapi teruji dalam dinamika pergaulan sosial sehari-hari.
Selain tegas menolak segala bentuk perundungan dan penyalahgunaan narkotika, Ahmad juga menyoroti urgensi ketahanan literasi digital bagi pelajar masa kini.
Para siswa diimbau untuk selalu bijaksana dan bersikap kritis dalam menyaring arus informasi di media sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh ujaran kebencian maupun hoaks.
Melalui penanaman nilai-nilai toleransi yang berkesinambungan ini, MAN 4 Sleman optimistis dapat mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang ramah, menjunjung tinggi norma luhur, dan suportif terhadap tumbuh kembang peserta didik. (MC Kab. Sleman / KIM Sumber Biwara Moyudan / Edy)