SLEMAN, InfoPublik – Menyusutnya pagu Dana Desa tak lantas menghentikan derap pembangunan infrastruktur di tingkat akar rumput. Menyiasati kondisi tersebut, Pemerintah Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, menggelar sosialisasi pelaksanaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahap 2 Tahun 2026, Selasa (29/9/2026).
Carik Sinduadi, K. Fendy Ramadhan, di hadapan jajaran pamong, dukuh, dan Ketua Sub-LPM Padukuhan mengungkapkan, alokasi Dana Desa kini turun drastis dari kisaran Rp2,5 miliar menjadi sekitar Rp373 juta.
Pagu yang tersisa tersebut kini difokuskan penuh untuk program prioritas nonfisik seperti penanganan stunting dan operasional Posyandu.
Beban ini ditambah dengan menyusutnya Pendapatan Asli Kalurahan imbas penyesuaian tata kelola aset merujuk pada Peraturan Bupati Sleman Nomor 34 Tahun 2024.
Meski ruang pembiayaan kian menyempit, Fendy meminta seluruh elemen kalurahan untuk tidak pesimistis dalam merencanakan pembangunan.
“Jangan sampai kondisi ini membuat semangat kita untuk membangun menjadi patah arang. Untuk pembangunan fisik, Bapak Lurah menyampaikan bahwa salah satu sumber pembiayaannya menggunakan dana BKK,” tegas Fendy.
Menyambung instruksi tersebut, Ulu-Ulu Kalurahan Sinduadi, Nurul Muktama, memaparkan, usai sukses mengeksekusi tahap pertama, pihaknya kini bersiap menggulirkan BKK Tahap 2 yang mencakup 16 paket kegiatan fisik.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan jalan konblok, normalisasi saluran air hujan, hingga pembangunan talud di sejumlah padukuhan.
Guna meminimalisasi hambatan sosial di lapangan, Nurul menginstruksikan para dukuh dan pengurus Sub-LPM untuk masif menjalin komunikasi persuasif dengan warga terdampak proyek.
“Setelah pertemuan ini, kami mohon para hadirin dapat memberikan informasi kepada masyarakat di lokasi yang akan dibangun, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bisa maksimal,” ujarnya.
Melalui transparansi informasi sejak dini, Pemkal Sinduadi meyakini penyerapan BKK Tahap 2 akan berjalan tertib, tepat sasaran, dan menghadirkan infrastruktur yang berdaya guna tinggi bagi kesejahteraan masyarakat. (MC Kab. Sleman / KIM Pijar Mlati / Y. Edy Setyoharjo)