Palangka Raya, InfoPublik - Kebakaran permukiman di Kota Palangka Raya masih kerap terjadi. Dari sejumlah kejadian yang ditangani petugas, korsleting listrik menjadi penyebab dominan, selain kelalaian manusia.
Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, Alfrianto, mengatakan, risiko kebakaran akibat listrik meningkat ketika penambahan daya tidak dibarengi pembaruan instalasi.
"Penyebab kebakaran khususnya permukiman di Kota Palangka Raya ada beberapa. Yang sering terjadi adalah akibat korsleting atau listrik," katanya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, peningkatan penggunaan listrik di rumah seperti penambahan AC dan peralatan elektronik lainnya harus diikuti penyesuaian sarana kelistrikan, terutama kondisi kabel.
"Kalau ditambah daya, AC atau kelistrikan lain harus diikuti pembaharuan kabelnya," ujarnya.
Alfrianto mengingatkan, masyarakat agar memperhatikan usia instalasi listrik. Kabel yang sudah terlalu lama digunakan tanpa pemeriksaan sangat berisiko memicu kebakaran.
"Kurang lebih 60 persen kebakaran dipastikan oleh korsleting. Perkabelan maksimal 10 tahun harus direhab. Kalau 20 tahun tidak direhab, itu yang berbahaya," jelasnya.
Selain faktor listrik, kelalaian manusia juga menjadi pemicu yang kerap ditemukan di lapangan. Hal sepele seperti lupa mematikan kompor bisa berakibat fatal jika tidak segera disadari.
"Kelalaian manusianya. Contoh lupa matikan kompor dan lain-lain,"imbuhnya.
Disdamkarmat mengimbau, warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah dan memastikan semua peralatan yang berpotensi menjadi sumber api dimatikan setelah digunakan, guna mencegah kejadian serupa terulang. (MC. Kota Palangka Raya.1/Eyv)